Perbedaan Reach vs Engagement, jangan salah ukur. Kamu sudah posting konten setiap hari. Views-nya tinggi, follower baru terus berdatangan. Tapi begitu lihat angka interaksi, kok gitu-gitu aja? Atau sebaliknya, postinganmu dapat banyak like dan komentar, tapi reach-nya kecil.
Nah, ini dia masalahnya: kamu belum memahami perbedaan reach vs engagement dengan benar.
Kalau kamu asal pakai istilah reach dan engagement tanpa tahu maknanya, kamu bisa salah arah dalam menyusun strategi konten. Jadi yuk, bahas satu per satu.
Reach adalah jumlah orang yang melihat kontenmu. Bukan jumlah tampilan ya, tapi jumlah orang unik. Kalau satu orang melihat kontenmu tiga kali, reach-nya tetap dihitung satu.
Reach cocok buat kamu yang sedang ingin membangun brand awareness. Semakin banyak orang melihat kontenmu, makin besar peluang mereka mengenal nama brand atau produkmu.
Contohnya, saat kamu baru launching campaign dan tujuannya bikin banyak orang tahu, kamu perlu fokus ke reach.
Reach bisa kamu tingkatkan lewat:
Engagement adalah semua bentuk interaksi pengguna terhadap kontenmu. Ini bisa berupa like, comment, share, save, dan klik.
Kalau reach menunjukkan seberapa banyak orang melihat, engagement menunjukkan seberapa tertarik mereka. Jadi, engagement lebih ke arah keterlibatan atau respons audiens.
Kalau kamu lagi pengen tahu apakah kontenmu relate dengan audiens, lihatlah engagement rate-nya. Semakin tinggi interaksinya, makin besar kemungkinan pesanmu nyampe.
Kamu bisa meningkatkan engagement lewat:
Jawabannya tergantung tujuanmu. Kalau kamu ingin brand-mu dikenal lebih luas, maka reach adalah indikator yang perlu kamu perhatikan. Tapi kalau kamu sedang ingin membangun komunitas atau ingin kontenmu punya dampak yang lebih dalam, maka engagement adalah kuncinya.
Idealnya, dua-duanya harus seimbang. Reach tinggi tapi engagement rendah menunjukkan bahwa kontenmu dilihat banyak orang, tapi tidak menarik. Sebaliknya, engagement tinggi tapi reach kecil menunjukkan bahwa kontenmu disukai, tapi belum menyebar luas.
Biasanya, platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook sudah menyediakan metrik ini di dashboard mereka untuk membantu evaluasi performa content.
Dengan menggunakan metrik-metrik ini, kamu bisa lebih mudah mengukur efektivitas konten yang kamu unggah.
Contoh: Kalau reach kontenmu 5.000 orang dan total interaksi 250, maka engagement rate-nya 5%.
Ini angka yang bagus, apalagi kalau kamu main di Instagram. Biasanya, engagement rate 1-3% dianggap normal.
Angka tinggi belum tentu berarti sukses. Angka rendah belum tentu gagal. Kamu harus lihat konteksnya. Misalnya:
Lihat juga bagaimana performa kontenmu dibandingkan dengan konten sebelumnya. Dari situ kamu bisa tahu mana jenis konten yang paling efektif buat tujuanmu.
Saat kamu bikin konten, pastikan punya strategi untuk menjangkau banyak orang dan juga mengajak mereka berinteraksi. Misalnya:
Dengan cara ini, kamu nggak cuma dapat angka reach yang tinggi, tapi juga bisa membangun hubungan dengan audiens.
Jadi mulai sekarang, jangan bingung lagi bedain reach vs engagement. Dua-duanya penting, tinggal kamu sesuaikan dengan kebutuhan kontenmu.
Mau jadi influencer yang nggak cuma eksis, tapi juga cuan? Yuk, gabung di App & Community by Seefluencer! Di sini, kamu bakal dapet strategi jitu, insight daging, dan kesempatan networking bareng kreator lainnya.
Jangan cuma baca aja, langsung follow Instagram, TikTok, dan YouTube biar nggak ketinggalan update dan tips buat jadi influencer! Biar ilmunya makin komplit, kamu juga bisa beli Megacreator Book di sini!