
Formula storytelling untuk konten jualan sebenarnya dibuat untuk mendorong audiensmu membeli produk karena cerita yang terasa relevan dengan hidup mereka. Ketika konten hanya berisi klaim, angka, dan promo, otak audiens cepat lelah.
Sebaliknya, storytelling mengaktifkan rasa ingin tahu, empati, dan dorongan untuk terlibat. Inilah titik di mana storytelling bekerja sebagai alat penjualan yang konkret.
Formula storytelling adalah struktur narasi klasik yang sudah digunakan ratusan tahun dalam novel, film, drama, dan kini efektif diterapkan dalam pembuatan konten.
Struktur dasarnya terdiri dari lima tahapan: eksposisi, rising action, climax, falling action, dan resolution. Kelima tahap ini membentuk alur emosional yang memandu audiens dari titik awal masalah menuju solusi yang memuaskan.
Eksposisi mengenalkan tokoh, situasi, dan masalah. Rising action mengembangkan konflik sehingga rasa penasaran meningkat. Climax menghadirkan puncak ketegangan ketika masalah terlihat paling berat.
Falling action mulai mengurai ketegangan melalui hadirnya jalan keluar. Resolution menutup cerita dengan penyelesaian yang jelas.
Pada konten digital, tahapan ini tidak selalu disusun panjang seperti cerita fiksi, tetapi dipadatkan menjadi rangkaian kalimat dan visual yang mengalir.
Struktur ini bekerja karena otak manusia menyukai pola sebab-akibat dan perjalanan emosi. Tanpa alur, konten menjadi kumpulan informasi yang tidak menempel di ingatan.
Bisa. Struktur narasi justru paling relevan untuk penjualan. Dalam konteks konten promosi, tokoh utamanya adalah audiensmu, konflik utamanya adalah masalah yang mereka hadapi, dan produkmu menjadi alat penyelesaiannya.
Pendekatan storytelling efektif membantu audiens merasa dipahami terlebih dahulu sebelum diarahkan pada solusi.
Untuk memperdalam pemahaman ini, kamu juga bisa membaca Tips Bikin Konten Storytelling yang Relate sama Audiens agar mampu membangun cerita yang benar-benar menyentuh pengalaman pembaca.
Ketika audiens membaca cerita yang mencerminkan pengalaman mereka, muncul rasa kedekatan emosional. Ini berbeda dengan copy promosi yang langsung mendorong beli tanpa membangun konteks.
Cerita menciptakan ruang kepercayaan. Begitu audiens merasa cerita tersebut “tentang mereka,” rekomendasi produk terasa sebagai bantuan, bukan paksaan.
Itulah mengapa storytelling efektif banyak dipakai dalam iklan brand besar maupun UMKM digital.
Platform seperti Instagram, TikTok, dan landing page mengutamakan konten yang mengalir seperti cerita singkat. Format ini membuat audiens bertahan lebih lama, membaca sampai akhir, dan akhirnya mempertimbangkan penawaran.

Setiap elemen memiliki fungsi spesifik dalam konteks konten jualan.
Bagian pembuka untuk menyorot kondisi awal audiens. Di sini kamu menyebut masalah sehari-hari yang relevan, tanpa langsung bicara produk. Fokusnya membangun koneksi emosional. Contohnya, kegelisahan tentang kulit kusam, jerawat membandel, atau waktu perawatan yang terasa ribet.
Tahap ini memperluas konflik. Kamu mengangkat usaha-usaha audiens yang gagal atau kurang memuaskan. Coba berbagai produk, mengikuti rekomendasi influencer, atau sekadar menunda perawatan. Ketegangan muncul ketika masalah belum terselesaikan.
Puncak cerita ketika rasa frustrasi audiens berada di titik tertinggi. Mereka merasa hampir menyerah, ragu menemukan solusi, atau bingung harus mencoba apa lagi. Pada tahap ini, perhatian audiens berada pada level maksimal.
Di sinilah produk mulai diperkenalkan sebagai jalan keluar. Kamu menunjukkan bagaimana solusi itu muncul, misalnya rekomendasi dari teman, riset pribadi, atau pengalaman mencoba langsung. Tegangan emosional mulai turun karena peluang perubahan terlihat nyata.
Tahap penutup berupa perubahan kondisi. Masalah tidak lagi dominan, audiens membayangkan hasil positif setelah menggunakan produk. Fokus pada manfaat nyata yang dirasakan tokoh, bukan sekadar klaim sepihak. Di titik inilah audiens diarahkan pada keputusan.
Berikut contoh konten storytelling untuk produk skincare yang dibagi sesuai tahap formulanya.
| Tahap Formula | Contoh Konten |
| Eksposisi | “Setiap bercermin pagi, aku selalu melihat kulit kusam yang bikin mood turun. Makeup sulit nempel, jerawat muncul tanpa aba-aba.” |
| Rising Action | “Aku sudah nyobain banyak krim, ikutan tips dari media sosial, dan rutin ganti produk, tetapi hasilnya tetap nggak konsisten.” |
| Climax | “Aku tuh sampe lelah bereksperimen dan mulai berpikir mungkin kulit aku aja yang salah.” |
| Falling Action | “Nah, pas aku udah di fase putus asa begini, aku menemukan brand skincare XXXX yang fokus pada kandungan XXXX yang udah teruji dermatologis. Aku coba perlahan tanpa ekspektasi berlebihan.” |
| Resolution | “Dua minggu kemudian, kulit terasa lebih lembab, jerawat lebih terkendali, dan makeup jadi jauh lebih rapi. Terima kasih XXXX. Krimnya sekarang jadi penyelamat yang aku bawa kemana-mana, deh.” |
Dari tabel tersebut terlihat bahwa produk tidak muncul di awal cerita. Cerita dimulai dari masalah audiens, konfliknya apa, kemudian memperkenalkan solusi secara natural. Teknik ini membuat konten terasa lebih seperti pengalaman pribadi dibanding iklan.
Dalam praktik pembuatan konten harian, kamu bisa memadatkan struktur ini ke dalam satu caption, satu thread, atau satu video pendek. Satu paragraf mewakili eksposisi dan rising action, satu kalimat emosional menjadi climax, lalu sisanya mengarah ke solusi dan hasil.
Untuk memahami bagaimana visual juga berperan besar dalam memperkuat alur cerita, kamu bisa membaca Visual Storytelling dalam Pembuatan Konten agar pendekatan naratifmu semakin lengkap dan berdampak.
Ketika menyusun narasi dengan pola tersebut, kamu membangun alur yang membuat audiens betah mengikuti cerita sampai selesai. Inilah kekuatan utama storytelling dalam pemasaran yaitu mengubah promosi menjadi perjalanan emosional.
Semua prinsip di atas kembali pada satu tujuan: membingkai produk sebagai jawaban atas masalah nyata audiens. Dengan menerapkan formula storytelling untuk konten jualan, kamu pasti mampu mengajak audiens masuk ke cerita yang berujung pada keputusan membeli.
Mau jadi influencer yang nggak cuma eksis, tapi juga cuan? Yuk, gabung di App & Community by Seefluencer! Di sini, kamu bakal dapet strategi jitu, insight daging, dan kesempatan networking bareng kreator lainnya.
FREE Training & Roadmap untuk meningkatkan omzet bisnis atau penghasilan kamu. Kamu akan dikirimkan roadmap & training khusus sesuai kebutuhan kamu (personalized). Langsung isi form nya hanya dalam 30 detik di seefluencer.com/roadmap
Biar ilmunya makin komplit, kamu juga bisa beli Buku Mega Creator di sini! Jangan cuma baca aja, langsung follow Instagram, TikTok, dan YouTube biar nggak ketinggalan update dan tips buat jadi influencer!