Metrik penjualan media sosial yang harus dianalisis

9 Metrik Penjualan Media Sosial yang Harus Dianalisis

Media SosialDecember 27, 2025

Kalau kamu mau bisnis yang bisa diprediksi dan terus tumbuh, kamu wajib paham cara membaca metrik penjualan media sosial yang harus dianalisis secara rutin agar strategi pemasaranmu tepat sasaran.

1. Reach (Jangkauan)

Reach adalah jumlah akun unik yang melihat kontenmu. Bedanya dengan tayangan, kalau satu orang melihat kontenmu lima kali, reach tetap dihitung satu. Angka ini menunjukkan seberapa luas penyebaran kontenmu di jagat maya. Kamu bisa melihat angka ini langsung di fitur insight atau analytics masing-masing platform.

Dampaknya sangat besar untuk kesadaran merek (brand awareness). Semakin tinggi reach, semakin banyak orang baru yang tahu keberadaan tokomu.

Cara menganalisisnya cukup sederhana: kalau angka reach rendah, berarti kontenmu kurang relevan dengan algoritma atau pemilihan hashtag yang kamu pakai sudah basi. Kamu harus memperbaiki kualitas konten atau mencoba format baru yang sedang tren.

2. Impressions (Tayangan)

Impressions adalah total berapa kali kontenmu muncul di layar pengguna, tidak peduli apakah itu diklik atau tidak, dan tidak peduli apakah dilihat oleh orang yang sama berulang kali. Kalau reach menghitung orangnya, impressions menghitung jumlah tampilannya.

Angka ini menunjukkan seberapa sering kontenmu “menghantui” audiens. Tingginya angka tayangan biasanya bagus untuk menanamkan ingatan merek. Namun, kamu harus hati-hati saat menganalisisnya.

Kalau impressions sangat tinggi tapi reach rendah, artinya kontenmu muncul berkali-kali ke orang yang sama. Ini bisa jadi bagus untuk recall, tapi bisa juga jadi mengganggu (spammy) kalau terlalu sering.

3. Engagement Rate (Tingkat Interaksi)

Ini adalah persentase audiens yang berinteraksi dengan kontenmu (like, komen, share, save) dibagi dengan jumlah pengikut atau jangkauan. Cara menghitungnya: (Total Interaksi / Jangkauan) x 100. Angka ini jauh lebih jujur daripada sekadar jumlah likes.

Dampaknya langsung pada kepercayaan algoritma. Semakin tinggi interaksinya, platform akan menganggap kontenmu berkualitas dan menyebarkannya ke lebih banyak orang.

Analisisnya begini: kalau jangkauanmu luas tapi interaksinya rendah, berarti kontenmu membosankan atau tidak memancing emosi audiens. Kamu harus mengubah copywriting atau visual agar lebih memancing respon.

Pendekatan ini sejalan dengan Strategi Meningkatkan Engagement Media Sosial, yang membahas cara memahami perilaku audiens, memicu interaksi, dan mengoptimalkan konten agar performanya meningkat secara konsisten.

4. CTR (Click-Through Rate)

CTR atau Rasio Klik-Tayang mengukur seberapa efektif kontenmu dalam menggiring orang untuk mengeklik tautan yang kamu sediakan, entah itu link di bio, tombol di iklan, atau tautan di story. Rumusnya: (Jumlah Klik / Jumlah Tayangan) x 100.

Metrik ini berdampak langsung pada jumlah pengunjung ke toko online atau website kamu. Kalau CTR rendah, berarti ada masalah pada “pancingan” kamu. Mungkin headline kurang nendang, tombol Call to Action (CTA) tidak jelas, atau visual tidak nyambung dengan tawaran. Kamu harus segera merevisi materi promosi tersebut.

5. Conversion Rate (Tingkat Konversi)

Inilah metrik primadona bagi pemilik bisnis. Tingkat konversi mengukur persentase orang yang akhirnya membeli produk setelah mengeklik tautanmu. Cara hitungnya: (Jumlah Penjualan / Jumlah Pengunjung Web) x 100.

Dampaknya jelas pada omzet. Kalau kamu punya ribuan pengunjung tapi yang beli cuma satu orang, berarti ada yang salah. Analisis ini membantumu melihat masalah di halaman penawaran. Bisa jadi harga terlalu mahal, proses checkout ribet, atau deskripsi produk tidak meyakinkan. Kamu harus memperbaiki halaman landas (landing page) agar pengunjung tidak kabur.

6. Follower Growth (Pertumbuhan Pengikut)

Ini mengukur seberapa cepat akunmu mendapatkan pengikut baru dikurangi jumlah orang yang unfollow. Kamu bisa melihat grafik pertumbuhannya di menu analitik platform. Jangan cuma lihat angka total, tapi lihat tren hariannya.

Dampak dari pertumbuhan pengikut adalah membesarnya kolam calon pelangganmu di masa depan. Cara menganalisisnya adalah dengan melihat lonjakan angka. Kalau ada lonjakan tajam di hari tertentu, cek konten apa yang kamu posting hari itu. Itu adalah jenis konten yang disukai audiensmu. Sebaliknya, kalau grafik stagnan atau menurun, kamu harus segera ganti strategi konten.

Agar pertumbuhan audiens benar‑benar berdampak pada penjualan, kamu perlu memahami Cara Mengubah Followers Menjadi Pembeli, yaitu pendekatan yang membahas bagaimana membangun kepercayaan, menyusun konten yang relevan, dan mengarahkan audiens secara halus menuju keputusan membeli.

7. Analisis Sentimen

Bukan cuma soal angka, kamu harus tahu “rasa” dari komentar yang masuk. Apakah komentar tersebut bernada positif, netral, atau negatif? Kamu bisa melakukannya secara manual dengan membaca komentar atau menggunakan tools pihak ketiga untuk skala besar.

Dampaknya sangat krusial bagi reputasi brand. Ribuan komentar tidak ada gunanya kalau isinya hujatan semua. Analisis sentimen membantumu mendeteksi krisis lebih dini. Jika sentimen negatif mulai mendominasi, kamu harus segera melakukan evaluasi produk atau pelayanan pelanggan sebelum nama baik bisnismu hancur.

8. ROI (Return on Investment)

ROI mengukur seberapa untung kamu dari biaya yang dikeluarkan untuk media sosial (iklan, biaya produksi konten, gaji admin). Rumusnya: ((Pendapatan – Biaya) / Biaya) x 100.

Dampaknya menentukan keberlangsungan bisnismu. Kalau ROI positif, lanjutkan. Kalau negatif, kamu rugi. Analisis ROI membantumu memutuskan apakah strategi pemasaran saat ini layak dipertahankan atau harus dihentikan total. Jangan buang uang untuk saluran yang tidak menghasilkan laba.

9. CPC (Cost Per Click)

Khusus buat kamu yang beriklan (Ads), CPC adalah biaya yang harus kamu bayar setiap kali ada orang yang mengeklik iklanmu. Kamu bisa melihatnya langsung di dashboard pengelola iklan (Ads Manager).

Semakin rendah CPC, semakin efisien iklanmu. Kalau CPC mahal, berarti iklanmu kurang relevan atau target audiensmu terlalu sempit dan kompetitif. Analisis CPC membantumu menghemat anggaran iklan. Kamu harus melakukan tes A/B pada gambar atau tulisan iklan untuk mencari kombinasi mana yang menghasilkan klik termurah.

Data itu jujur dan tidak pernah bohong. Kalau kamu selama ini cuma posting pakai insting, wajar saja kalau hasilnya tidak menentu.

Mulai sekarang, luangkan waktu seminggu sekali untuk duduk dan membedah angka-angka ini secara mendalam. Jangan malas membaca grafik kalau mau omzet naik. Menguasai metrik penjualan media sosial yang harus dianalisis adalah langkah wajib buat kamu yang mau naik kelas dari pedagang biasa jadi pebisnis digital yang handal dan profitabel.

Mau jadi influencer yang nggak cuma eksis, tapi juga cuan? Yuk, gabung di App & Community by Seefluencer! Di sini, kamu bakal dapet strategi jitu, insight daging, dan kesempatan networking bareng kreator lainnya. 

FREE Training & Roadmap untuk meningkatkan omzet bisnis atau penghasilan kamu. Kamu akan dikirimkan roadmap & training khusus sesuai kebutuhan kamu (personalized). Langsung isi form nya hanya dalam 30 detik di seefluencer.com/roadmap 

Biar ilmunya makin komplit, kamu juga bisa beli Buku Mega Creator di sini!Jangan cuma baca aja, langsung follow Instagram, TikTok, dan YouTube biar nggak ketinggalan update dan tips buat jadi influencer!

Leave a reply

Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...