apa itu upselling

Upselling, Strategi Persuasi yang Pasti Berhasil Tingkatkan Omzet

Media SosialDecember 28, 2025

Ada potensi uang yang hilang begitu saja di setiap transaksi yang terjadi. Padahal, dengan sedikit dorongan komunikasi yang tepat, kamu bisa melipatgandakan nilai belanjaan mereka.

Teknik ini sederhana tapi dampaknya luar biasa pada arus kas bisnis. Kamu wajib menguasai seni upselling agar setiap pelanggan yang datang memberikan keuntungan maksimal bagi tokomu.

Apa itu Upselling?

Upselling adalah teknik persuasi di mana penjual menawarkan produk versi yang lebih mahal, lebih lengkap, atau lebih premium kepada pelanggan yang sedang melakukan pembelian. Tujuannya adalah menaikkan nilai transaksi rata-rata.

Konsepnya berbeda dengan cross-selling. Kalau cross-selling itu menawarkan produk pelengkap (misalnya beli sepatu ditawari kaos kaki), teknik ini justru menawarkan “upgrade” dari produk yang sama. Kamu mengajak pelanggan untuk berpindah dari produk standar ke produk premium yang punya fitur lebih baik. 

Pelanggan mendapatkan nilai lebih, dan kamu mendapatkan margin keuntungan yang lebih tebal. Ini adalah situasi saling menguntungkan asalkan dilakukan dengan cara yang etis dan memberikan solusi nyata.

Seperti Apa Contoh Upselling?

Kamu mungkin pernah atau bahkan sering menjadi target strategi ini tanpa menyadarinya. Coba ingat saat kamu pergi ke restoran cepat saji. Kamu memesan paket hemat dengan minuman ukuran medium.

Lalu kasir bertanya, “Mau upgrade minumannya ke ukuran large? Cuma tambah lima ribu rupiah saja.” Itu adalah contoh upselling klasik yang sangat efektif. Kamu merasa rugi kalau tidak mengambil tawaran itu karena selisih harganya terlihat kecil dibandingkan tambahan isinya.

Contoh lainnya bisa dilihat di industri teknologi. Saat kamu hendak membeli ponsel dengan memori 128GB, pramuniaga akan bilang, “Nanggung Kak, mending ambil yang 256GB sekalian. Bedanya cuma sedikit, tapi bisa simpan foto dan video jauh lebih banyak tanpa takut memori penuh.”

Di dunia layanan digital atau software, kamu juga melihat ini pada paket berlangganan. Ada paket “Basic”, “Pro”, dan “Enterprise”. Perusahaan akan menonjolkan fitur-fitur paket “Pro” supaya kamu tidak memilih paket “Basic” yang paling murah.

Mengapa Harus Melakukan Upselling?

pentingnya upselling
sumber:canva

Alasan utamanya tentu saja uang. Menjual kepada orang yang sudah percaya dan siap mengeluarkan uang jauh lebih mudah daripada meyakinkan orang baru.

Probabilitas menjual ke pelanggan lama berkisar antara 60-70%, sedangkan menjual ke prospek baru kemungkinannya hanya 5-20%. Kamu membuang peluang emas jika membiarkan pelanggan pergi dengan belanjaan minimal.

Teknik ini juga efektif membangun hubungan jangka panjang atau Customer Lifetime Value (CLV). Ketika kamu menawarkan produk yang lebih premium dan produk tersebut benar-benar memuaskan atau menyelesaikan masalah pelanggan dengan lebih baik, mereka akan merasa diperhatikan.

Pelanggan tidak merasa sedang “dijualin”, melainkan dibantu untuk mendapatkan pilihan terbaik sesuai kebutuhannya. Pendekatan inilah yang menjadi fondasi Meningkatkan Penjualan dari Media Sosial, karena fokusnya bukan hanya pada transaksi cepat, tetapi pada kepercayaan dan nilai jangka panjang.

Dengan strategi yang tepat, loyalitas pelanggan akan tumbuh karena mereka tahu kamu menawarkan kualitas, bukan sekadar barang murah.

Bagaimana Cara Melakukan Upselling?

Kunci suksesnya ada pada tempoh waktu (timing) dan relevansi. Kamu harus tahu kapan harus menawarkan upgrade. Momen terbaik biasanya adalah saat pelanggan sudah menunjukkan komitmen untuk membeli, yaitu saat mereka sudah memegang barang atau berada di halaman checkout. Saat itulah pertahanan psikologis mereka terhadap pengeluaran uang sedang terbuka.

Kamu harus memahami kebutuhan pelanggan secara mendalam. Jangan tawarkan upgrade yang tidak masuk akal. Kalau pelanggan mencari laptop untuk mengetik dokumen, jangan paksa mereka membeli laptop gaming seharga puluhan juta. Itu akan membuat mereka lari.

Tawarkan laptop dengan prosesor sedikit lebih cepat agar kerjanya lebih lancar. Jelaskan manfaat nyata yang akan mereka dapatkan, bukan sekadar fitur teknis. Gunakan bahasa yang menyentuh emosi atau logika untung-rugi mereka.

Selain itu, buatlah perbandingan harga yang menarik. Teknik decoy pricing atau harga pancingan bisa digunakan. Buat selisih harga antara produk standar dan produk premium terlihat tidak signifikan.

Misalnya, harga kopi ukuran kecil Rp20.000, sedangkan ukuran besar Rp25.000. Pelanggan akan berpikir, “Wah, cuma beda lima ribu dapatnya lebih banyak,” dan otomatis memilih yang besar.

Jangan terlalu agresif atau memaksa. Jika pelanggan menolak tawaran upgrade, segera terima keputusan mereka dan lanjutkan transaksi. Memaksa hanya akan membuat pelanggan merasa tidak nyaman dan bisa membatalkan pembelian sama sekali. Ingat, tujuanmu adalah membantu mereka mendapatkan nilai terbaik, bukan memeras isi dompet mereka sampai habis. Sikap tulus dalam membantu akan terasa oleh pelanggan dan membuat strategi ini jauh lebih sukses.

Mulailah melatih tim penjualanmu atau atur sistem toko online kamu untuk memberikan penawaran upgrade secara otomatis. Jangan takut ditolak, karena penolakan adalah hal biasa dalam bisnis. Namun, jika kamu tidak pernah menawar, jawabannya sudah pasti tidak. Dengan konsisten menerapkan taktik upselling pada setiap peluang yang ada, kamu akan melihat grafik pendapatanmu merangkak naik secara signifikan tanpa harus pusing mencari ribuan pelanggan baru setiap hari.

Mau jadi influencer yang nggak cuma eksis, tapi juga cuan? Yuk, gabung di App & Community by Seefluencer! Di sini, kamu bakal dapet strategi jitu, insight daging, dan kesempatan networking bareng kreator lainnya. 

FREE Training & Roadmap untuk meningkatkan omzet bisnis atau penghasilan kamu. Kamu akan dikirimkan roadmap & training khusus sesuai kebutuhan kamu (personalized). Langsung isi form nya hanya dalam 30 detik di seefluencer.com/roadmap 

Biar ilmunya makin komplit, kamu juga bisa beli Buku Mega Creator di sini!Jangan cuma baca aja, langsung follow Instagram, TikTok, dan YouTube biar nggak ketinggalan update dan tips buat jadi influencer!

Leave a reply

Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...