proses bisnis yang terstruktur

Proses Bisnis: Pengertian, Jenis-jenis dan Contohnya

MarketingJanuary 3, 2026

Jika kamu merasa harus selalu ada di kantor 24 jam agar operasional berjalan lancar, berarti ada sistem yang salah dalam manajemen usahamu. Kamu membutuhkan sebuah proses bisnis yang terstruktur untuk mengubah kekacauan operasional tersebut menjadi mesin uang yang bekerja otomatis, rapi, dan efisien.

Apa Pengertian Proses Bisnis?

Proses bisnis adalah serangkaian aktivitas atau tugas yang saling berkaitan untuk menghasilkan produk atau layanan bagi pelanggan. Anggap saja ini sebagai buku panduan raksasa atau cetak biru yang mengatur siapa melakukan apa, kapan waktunya, dan bagaimana caranya. 

Tujuannya sangat sederhana, yaitu mengubah input (sumber daya seperti bahan baku, tenaga kerja, data) menjadi output (nilai) bagi konsumen dengan cara yang paling efektif. 

Proses bisnis harus dilihat sebagai tulang punggung organisasi. Ketika alurnya jelas, setiap orang dalam tim tahu persis peran mereka dan bagaimana pekerjaan mereka mempengaruhi hasil akhir perusahaan.

Apa Saja Jenis-jenis Proses Bisnis?

Dalam operasional sehari-hari, aktivitas perusahaan terbagi menjadi beberapa kategori yang berbeda fungsi namun saling mendukung. Kamu harus memahami jenis-jenis proses bisnis ini agar bisa memetakan alur kerja dengan tepat dan tidak ada departemen yang merasa paling dominan sendirian.

1. Proses Utama

Pertama, ada Proses Utama (Primer). Ini adalah inti dari usahamu. Segala hal yang langsung memberikan nilai ke pelanggan masuk dalam kategori ini, seperti produksi barang, pemasaran, penjualan, dan layanan pelanggan. Tanpa ini, bisnis tidak akan menghasilkan pendapatan.

2. Proses Pendukung

Kedua, Proses Pendukung (Sekunder). Aktivitas ini berfungsi mendukung operasional utama agar tetap berjalan lancar. Contohnya adalah rekrutmen SDM, pemeliharaan sistem IT, atau pengadaan alat tulis kantor. Meski tidak langsung menghasilkan uang, proses utama akan macet total jika dukungan ini hilang.

3. Proses Manajemen

Ketiga, Proses Manajemen. Ini bertugas mengawasi, mengukur, dan mengatur kedua proses di atas. Perencanaan strategis, evaluasi kinerja bulanan, dan pengawasan anggaran masuk di sini. Bagian ini memastikan kapal bisnismu berlayar ke arah yang benar sesuai visi perusahaan.

Apa Manfaat Proses Bisnis?

manfaat proses bisnis
sumbe:canva

Mungkin kamu bertanya, kenapa harus repot-repot mendokumentasikan semuanya padahal pekerjaan sudah jalan? Jawabannya terletak pada efisiensi jangka panjang. Ada banyak manfaat proses bisnis yang bisa kamu rasakan langsung, terutama saat kamu ingin membesarkan skala usaha.

  • Pertama, efisiensi waktu dan biaya. Dengan alur yang jelas, karyawan tidak perlu membuang waktu bertanya “habis ini tugas saya apa?”. 
  • Kedua, konsistensi kualitas. Pelanggan akan mendapatkan standar produk dan pelayanan yang sama meski staf yang melayani mungkin berbeda. 
  • Ketiga, meminimalisir risiko kesalahan manusia. Kesalahan bisa dideteksi lebih cepat karena setiap langkah sudah ada standarnya. 

Seperti Apa Contoh Proses Bisnis?

Agar lebih mudah membayangkannya, mari ambil contoh nyata dalam industri ritel online

  1. Alurnya dimulai saat pelanggan memilih produk dan melakukan checkout di situs web. 
  2. Kemudian, sistem secara otomatis mencatat pesanan dan mengirim notifikasi ke bagian gudang.
  3. Staf gudang mengambil barang sesuai pesanan, melakukan pengecekan kualitas fisik, lalu mengemasnya dengan aman. 
  4. Setelah itu, kurir logistik menjemput paket dan mengantarnya ke alamat tujuan. 
  5. Terakhir, tim customer service memastikan barang diterima dan meminta ulasan. 

Rangkaian aktivitas berurutan dari klik pesanan hingga barang sampai di tangan pembeli inilah yang disebut alur kerja bisnis. Jika satu mata rantai putus, misalnya staf gudang lupa mengecek kualitas, seluruh reputasi tokomu menjadi taruhannya.

Mengabaikan standarisasi alur kerja sama saja dengan membiarkan kebocoran kecil menenggelamkan kapal besarmu secara perlahan. 

Masalah yang terlihat sepele bisa berkembang menjadi risiko besar jika tidak segera ditangani. Karena itu, mulailah mengaudit aktivitas harian di kantormu sekarang juga.

Identifikasi langkah mana yang boros waktu, mana yang terlalu berbelit‑belit, dan mana yang sering memicu kesalahan berulang. Proses evaluasi ini merupakan bagian penting dari Cara Meminimalkan Risiko Bisnis, karena semakin rapi dan terstandar alur kerja, semakin kecil peluang terjadinya kesalahan fatal.

Perbaikan sistem tidak harus langsung sempurna dalam semalam. Kamu bisa memulainya dari satu divisi, melihat hasilnya, lalu menerapkannya ke divisi lain secara bertahap. 

Proses bisnis yang baik adalah aset tak terlihat yang nilainya jauh lebih mahal daripada gedung kantor yang mewah. Hal ini merupakan fondasi agar usahamu bisa berjalan autopilot dan terus bertumbuh meski kamu sedang tidak ada di tempat.

Dengan proses yang terstruktur, kamu akan lebih mudah menerapkan berbagai strategi pertumbuhan penjualan, termasuk Upselling sebagai strategi persuasi untuk tingkatkan omzet, tanpa mengorbankan pengalaman pelanggan.

Mau jadi influencer yang nggak cuma eksis, tapi juga cuan? Yuk, gabung di App & Community by Seefluencer! Di sini, kamu bakal dapet strategi jitu, insight daging, dan kesempatan networking bareng kreator lainnya. 

FREE Training & Roadmap untuk meningkatkan omzet bisnis atau penghasilan kamu. Kamu akan dikirimkan roadmap & training khusus sesuai kebutuhan kamu (personalized). Langsung isi form nya hanya dalam 30 detik di seefluencer.com/roadmap 

Biar ilmunya makin komplit, kamu juga bisa beli Buku Mega Creator di sini!Jangan cuma baca aja, langsung follow Instagram, TikTok, dan YouTube biar nggak ketinggalan update dan tips buat jadi influencer!

Leave a reply

Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...