
Bulan puasa itu momen emas buat kreator karena bakal banyak banget orang menghabiskan waktu untuk scrolling medsos. Nah, biar akunmu tetap ramai dan relevan, kamu harus punya strategi jitu. Di sini ada deretan ide konten Ramadhan yang bisa langsung kamu eksekusi mulai dari hari pertama puasa sampai lebaran nanti.
Masalah utama banyak orang saat sahur adalah rasa kantuk yang berat dan waktu yang sempit. Kamu bisa masuk ke celah ini dengan memberikan solusi praktis. Buatlah video tutorial memasak menu sahur yang bisa jadi dalam waktu 10 hingga 15 menit saja. Ide ini sangat relevan karena audiens pasti mencari resep yang enak dan cepat agar mereka bisa kembali tidur atau bersiap salat Subuh.
Target audiens untuk ide ini adalah anak kost, pekerja kantoran, atau ibu muda yang harus menyiapkan makanan untuk keluarga dengan cepat. Kamu hanya membutuhkan bahan-bahan sederhana yang mudah didapat di minimarket, peralatan masak standar, dan pencahayaan yang terang agar makanan terlihat menggugah selera. Fokuskan pada angle “sat-set” agar penonton merasa terbantu.
Hiburan ringan adalah kunci untuk menarik perhatian audiens yang sedang lemas menunggu jam buka puasa. Kamu bisa membuat sketsa parodi tentang berbagai tipe orang saat puasa, misalnya tipe yang tidur seharian, tipe yang panik saat imsak, atau tipe yang selalu tanya “jam berapa buka?”. Ini adalah salah satu ide konten lucu bulan puasa yang selalu laku keras setiap tahunnya.
Konten seperti ini tidak memerlukan peralatan canggih, cukup smartphone dan kemampuan akting yang natural. Kamu bisa memerankan semua karakter sendiri dengan ganti baju atau menggunakan filter wajah. Target audiensnya sangat luas, mulai dari Gen Z hingga milenial yang suka membagikan video lucu ke grup WhatsApp atau Instagram Story mereka.
Fenomena “war takjil” belakangan ini menjadi tren yang sangat besar. Kamu harus memanfaatkan momen ini dengan turun ke lapangan dan mereview tempat-tempat jualan takjil yang sedang ramai dibicarakan. Audiens sangat menyukai konten visual yang memperlihatkan ragam jajanan pasar, es buah, hingga gorengan yang menggiurkan.
Relevansi konten ini sangat tinggi karena orang selalu bingung mau beli apa untuk berbuka. Kamu membutuhkan kamera yang stabil (gunakan gimbal jika perlu) dan microphone clip-on agar suaramu tetap terdengar jelas di tengah keramaian pasar. Konten ini cocok untuk foodies dan orang lokal yang mencari rekomendasi kuliner di sekitar tempat tinggal mereka.
Rasa lemas dan kurang fokus adalah musuh utama para pekerja saat berpuasa. Kamu bisa berbagi tips tentang cara menjaga energi, membagi waktu istirahat, atau teknik power nap yang efektif. Konten edukasi seperti ini punya nilai simpan (saveable) yang tinggi karena orang akan membukanya kembali saat mereka merasa butuh motivasi.
Target audiens konten ini adalah mahasiswa dan karyawan profesional. Sebagai contoh konten Ramadhan yang bersifat edukatif, kamu bisa mengemasnya dalam bentuk carousel infografis di Instagram atau video talking head pendek di TikTok. Pastikan penyampaianmu tidak menggurui dan berikan tips yang benar-benar bisa diaplikasikan, bukan sekadar teori.
Meskipun Lebaran masih lama, orang cenderung mencari inspirasi baju baru sejak awal puasa. Kamu bisa membuat konten mix and match pakaian muslim yang stylish tapi tetap sopan untuk acara buka bersama (bukber). Ide ini sangat dibutuhkan karena jadwal bukber biasanya mulai padat di minggu kedua puasa.
Kamu harus menyiapkan beberapa outfit andalan, cermin besar, atau lokasi outdoor dengan latar yang bersih. Target audiens utamanya adalah perempuan dan fashion enthusiast yang ingin tampil stand out saat bertemu teman lama. Berikan detail nama toko atau link pembelian produk agar audiens semakin terbantu dan potensi afiliasi kamu meningkat.
Kondisi keuangan sering kali menipis di tengah bulan puasa karena banyaknya ajakan makan di luar. Tantang dirimu sendiri untuk mencari menu buka puasa dengan budget terbatas, misalnya di bawah 20 ribu rupiah. Konten eksperimen sosial seperti ini sangat menarik karena menyajikan realita yang dihadapi banyak orang.
Ide ini sangat relevan untuk pelajar, mahasiswa, dan perantau yang harus mengatur keuangan dengan ketat. Kamu perlu merekam proses transaksimu, berinteraksi dengan penjual, dan menunjukkan porsi makanan yang didapat. Audiens menyukai transparansi harga dan rekomendasi tempat makan murah yang layak coba.
Membangkitkan kenangan masa lalu adalah cara ampuh untuk membangun koneksi emosional dengan audiens. Kamu bisa mengangkat hal-hal unik yang hanya ada di bulan puasa zaman dulu, seperti main petasan, buku kegiatan Ramadan dari sekolah, atau sinetron religi legendaris. Konten seperti ini secara alami memancing interaksi di kolom komentar karena audiens terdorong untuk ikut berbagi pengalaman dan cerita mereka sendiri.
Pendekatan ini menunjukkan betapa kuatnya storytelling yang dekat dengan keseharian audiens. Jika kamu ingin mengemas cerita nostalgia agar terasa lebih relevan dan engaging, kamu bisa mempelajari panduannya melalui artikel 5 Tips Bikin Konten Storytelling yang Relate sama Audiens, yang membahas cara menyusun cerita agar lebih emosional, mudah dipahami, dan memicu respons dari penonton.
Target audiensnya adalah generasi 90-an dan awal 2000-an. Kamu bisa menggunakan potongan gambar lama atau cuplikan video jadul sebagai latar belakang green screen. Gunakan musik latar yang syahdu atau lagu-lagu religi lawas untuk memperkuat suasana nostalgia tersebut.
Budaya mengirim hampers kini semakin meluas dan tidak terbatas pada kue kering saja. Kamu bisa mengurasi ide hampers yang unik, misalnya set alat ibadah estetik, perlengkapan makan kayu, atau produk skincare. Orang selalu mencari alternatif kado yang berkesan tapi tidak pasaran.
Kamu harus menampilkan visual produk dengan detail, menonjolkan kemasannya, dan memberikan informasi harga. Konten ini menargetkan orang-orang yang ingin memberi hadiah kepada atasan, mertua, atau sahabat dekat. Jika kamu memiliki produk sendiri, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan soft selling tanpa terlihat terlalu memaksa.
Konten keseharian yang memperlihatkan rutinitasmu dari bangun sahur hingga tarawih memiliki daya tarik tersendiri. Audiens suka melihat bagaimana orang lain menjalani hari-harinya, terutama jika ada momen-momen chaos atau lucu yang terjadi secara alami. Ini membuat kamu terlihat lebih manusiawi dan dekat dengan pengikutmu.
Relevansinya ada pada aspek relatability. Kamu tidak perlu mengedit video terlalu cinematic, potongan-potongan klip mentah (raw) justru sekarang lebih diminati karena terlihat jujur. Tunjukkan aktivitas nyata seperti mengaji, bekerja, atau sekadar rebahan menunggu azan magrib.
Wajah pucat dan bibir kering adalah masalah umum saat berpuasa. Bagi audiens perempuan, tutorial make-up yang membuat wajah terlihat segar meski sedang tidak minum seharian adalah konten penyelamat. Fokuskan pada tampilan yang natural (no-makeup makeup look) agar cocok digunakan sehari-hari ke kantor atau kampus.
Kamu membutuhkan pencahayaan yang bagus agar warna produk terlihat akurat di kamera. Jelaskan produk apa saja yang kamu pakai, terutama yang punya klaim melembapkan kulit. Ide ini sangat spesifik namun memiliki basis audiens yang setia. Dengan memberikan solusi atas masalah penampilan ini, kamu secara otomatis telah menjalankan salah satu strategi ide konten ramadhan yang efektif.
Mau jadi influencer yang nggak cuma eksis, tapi juga cuan? Yuk, gabung di App & Community by Seefluencer! Di sini, kamu bakal dapet strategi jitu, insight daging, dan kesempatan networking bareng kreator lainnya.
FREE Training & Roadmap untuk meningkatkan omzet bisnis atau penghasilan kamu. Kamu akan dikirimkan roadmap & training khusus sesuai kebutuhan kamu (personalized). Langsung isi form nya hanya dalam 30 detik di seefluencer.com/roadmap
Biar ilmunya makin komplit, kamu juga bisa beli Megacreator Book di sini!Jangan cuma baca aja, langsung follow Instagram, TikTok, dan YouTube biar nggak ketinggalan update dan tips buat jadi influencer!