
Kamu harus sadar bahwa di dunia digital yang penuh distraksi, orang tidak akan membaca isi kalau pintu depannya tidak menarik. Inilah alasan kenapa kamu harus menguasai teknik hook storytelling agar setiap kata yang kamu tulis memiliki kekuatan untuk menghentikan jempol orang yang sedang asyik scrolling.
Kamu harus membuang kebiasaan menceritakan sesuatu secara kronologis dari awal sampai akhir. Memulai cerita dari bangun pagi dan mandi hanya akan membuat audiens bosan dan segera berpindah ke konten lain. Sebaliknya, kamu harus langsung melempar audiens ke tengah-tengah puncak masalah atau momen paling kacau dalam ceritamu.
Kalau kamu ingin memahami cara membangun alur yang lebih engaging, kamu bisa membaca Tips Bikin Konten Storytelling yang Relate sama Audiens agar tahu bagaimana membuka cerita dengan konflik yang kuat dan relevan dengan pengalaman pembaca.
Gunakan teknik ini dengan mengambil potongan kejadian yang paling dramatis, paling menyedihkan, atau paling memalukan sebagai kalimat pembuka. Cara ini akan membuat audiens bertanya-tanya tentang bagaimana situasi tersebut bisa terjadi dan mereka akan merasa terikat untuk mencari tahu jawabannya sampai selesai.
Manusia pada dasarnya memiliki sifat ingin tahu yang sangat tinggi terhadap hal-hal yang bersifat rahasia atau dilarang. Kamu harus memanfaatkan rasa penasaran alami ini dengan membuka cerita menggunakan pengakuan yang mengejutkan atau fakta yang jarang diketahui orang.
Kalimat seperti “Aku tidak pernah memberi tahu ibuku soal kejadian ini” atau “Ternyata semua yang kita pelajari soal sukses itu salah besar” akan langsung memicu hormon dopamin di otak audiens.
Kamu menciptakan sebuah celah informasi yang membuat penonton merasa harus menutup celah tersebut dengan cara menyimak kontenmu. Pastikan rahasia yang kamu bagikan benar-benar relevan dengan isi cerita agar audiens tidak merasa tertipu oleh pancingan yang kamu buat di awal.
Jangan pernah membuka cerita dengan kalimat umum seperti “Aku sedang sedih hari ini” karena itu terlalu datar dan kurang menggigit. Kamu harus menggambarkan kesedihan tersebut dengan detail yang sangat spesifik sehingga audiens bisa ikut merasakannya di kulit mereka sendiri.
Ceritakan tentang bagaimana tanganmu gemetar saat memegang surat tagihan atau bagaimana tenggorokanmu terasa kering saat harus bicara di depan umum.
Saat kamu berani menunjukkan kerentanan dan sisi manusiawimu, audiens akan merasa lebih terhubung secara emosional denganmu. Kamu harus membangun kedekatan instan ini agar mereka merasa bahwa cerita yang kamu bagikan adalah cerita mereka juga. Fokuslah pada emosi yang kuat seperti rasa takut, rindu, atau kegembiraan yang meluap-luap untuk mengunci perhatian mereka.
Memulai cerita dengan sebuah kutipan percakapan yang tajam adalah cara tercepat untuk menghidupkan suasana. Kamu harus memilih satu baris dialog yang paling provokatif atau penuh teka-teki untuk diletakkan di baris pertama tulisanmu.
Misalnya, “Kamu dipecat!” atau “Jangan pernah kembali ke rumah ini lagi!”. Kalimat dialog yang muncul tanpa konteks yang jelas akan memaksa otak audiens untuk bekerja membayangkan siapa yang bicara dan apa yang sebenarnya terjadi.
Dialog memberikan kesan bahwa cerita sedang berjalan secara real-time dan audiens diajak untuk menguping sebuah kejadian penting. Pastikan dialog yang kamu pilih punya kekuatan untuk membangun karakter dan suasana tanpa perlu penjelasan yang panjang lebar.
Kamu bisa menarik perhatian dengan cara menyajikan dua hal yang saling bertolak belakang dalam satu kalimat pembuka. Kontradiksi atau ironi akan membuat audiens berhenti karena logika mereka merasa ada sesuatu yang tidak sinkron dan perlu penjelasan.
Contohnya, kamu bisa menulis tentang bagaimana kamu merasa sangat kesepian di tengah pesta yang paling meriah di kota. Pola pikir yang tidak biasa ini akan menantang pandangan umum audiens dan membuat mereka berpikir bahwa kamu punya sudut pandang yang unik.
Kamu harus menunjukkan bahwa dunia tidak selalu hitam dan putih melalui kontradiksi-kontradiksi kecil dalam ceritamu. Hal ini akan membuat kontenmu terlihat lebih cerdas dan berbeda dari ribuan konten storytelling lainnya yang tersebar di media sosial.
Cerita yang hebat adalah cerita yang bisa dilihat, didengar, dan dicium oleh audiensnya meskipun hanya melalui teks atau video. Kamu harus memasukkan detail sensorik yang kuat di bagian awal agar audiens merasa benar-benar berada di lokasi kejadian bersamamu.
Jangan cuma bilang cuacanya panas, tapi ceritakan bagaimana keringat dingin mulai membasahi punggungmu atau bagaimana bau aspal terbakar menyengat hidungmu. Detail kecil seperti suara detak jam yang terasa sangat keras di ruangan yang sunyi akan membangun ketegangan yang sempurna.
Kamu harus melatih indramu untuk menangkap detail-detail unik ini dan menuangkannya ke dalam tulisan. Semakin nyata suasana yang kamu bangun, semakin sulit bagi audiens untuk berpaling dari ceritamu.
Setelah berhasil menarik perhatian dengan elemen-elemen di atas, kamu harus memberikan alasan kenapa audiens harus bertahan sampai akhir. Kamu harus memberikan janji tersirat atau terang-terangan bahwa ada pelajaran berharga atau perubahan besar yang akan mereka dapatkan.
Beri tahu mereka bahwa cerita ini akan mengubah cara pandang mereka tentang sesuatu atau akan memberikan solusi bagi masalah yang sedang mereka hadapi. Audiens sangat menyukai cerita yang memberikan nilai tambah dan inspirasi untuk kehidupan mereka sendiri.
Kamu harus memastikan bahwa janji tersebut bukan sekadar omong kosong dan benar-benar kamu buktikan di bagian penutup cerita nanti. Dengan cara ini, kamu tidak hanya mendapatkan penonton, tapi juga membangun loyalitas dari orang-orang yang merasa terinspirasi oleh perjalanan hidupmu.
Jika kamu ingin mengarahkannya sekaligus ke tujuan bisnis, kamu bisa mempelajari Cara Menggunakan Formula Storytelling untuk Konten Jualan agar tahu bagaimana cerita dapat mengalir secara halus menuju penawaran tanpa terasa memaksa.
Kamu harus terus mengevaluasi bagian mana yang membuat orang berhenti membaca dan bagian mana yang membuat mereka bertahan sampai selesai. Jangan takut untuk mendobrak aturan penulisan formal dan mencoba gaya yang lebih ekspresif dan berani. Semakin sering kamu berlatih, maka instingmu dalam menyusun hook storytelling akan semakin tajam sehingga setiap konten yang kamu buat akan selalu dinantikan oleh audiens.
Mau jadi influencer yang nggak cuma eksis, tapi juga cuan? Yuk, gabung di App & Community by Seefluencer! Di sini, kamu bakal dapet strategi jitu, insight daging, dan kesempatan networking bareng kreator lainnya.
FREE Training & Roadmap untuk meningkatkan omzet bisnis atau penghasilan kamu. Kamu akan dikirimkan roadmap & training khusus sesuai kebutuhan kamu (personalized). Langsung isi form nya hanya dalam 30 detik di seefluencer.com/roadmap
Biar ilmunya makin komplit, kamu juga bisa beli Megacreator Book di sini!Jangan cuma baca aja, langsung follow Instagram, TikTok, dan YouTube biar nggak ketinggalan update dan tips buat jadi influencer!