
Jangan terjebak pada angka-angka semu atau vanity metrics seperti jumlah likes atau views. Angka tersebut tidak menjanjikan pelanggan. Yang kamu butuhkan adalah pendekatan baru yang lebih ilmiah, berbasis data, dan menyasar seluruh siklus hidup pelanggan. Makanya, strategi growth marketing hadir sebagai penyelamat agar bisnismu bisa tumbuh secara eksponensial, terukur, dan berkelanjutan.
Kamu mungkin bertanya-tanya, apa bedanya konsep ini dengan pemasaran biasa? Pemasaran tradisional biasanya hanya fokus pada bagian atas corong penjualan (top of funnel), yaitu membangun kesadaran merek dan akuisisi pelanggan baru. Setelah pelanggan membeli, tugas pemasaran tradisional selesai.
Sedangkan growth marketing adalah pendekatan holistik yang memandang pemasaran sebagai satu kesatuan siklus, mulai dari menarik pelanggan, membuat mereka membeli, hingga membuat mereka setia dan mengajak orang lain untuk ikut membeli.
Konsep ini sangat bergantung pada data dan eksperimen. Kamu tidak bisa lagi mengandalkan insting atau tebakan semata. Kamu harus melakukan uji coba terus-menerus (A/B testing) pada setiap elemen bisnis, mulai dari teks iklan, desain landing page, hingga fitur produk itu sendiri. Tujuannya adalah menemukan cara paling efektif dan efisien untuk menumbuhkan bisnis.
Seorang growth marketer bekerja seperti ilmuwan di laboratorium; mereka membuat hipotesis, melakukan eksperimen, menganalisis data, dan mengulangi proses tersebut sampai menemukan formula sukses.
Pola pikir ini menghapus batasan antara pemasaran dan pengembangan produk, karena pertumbuhan bisa datang dari fitur produk yang memikat, bukan sekadar iklan yang berisik.
Untuk memahami pendekatan ini secara lebih menyeluruh, kamu juga perlu mempelajari Strategi Marketing Mix 4P yang mencakup product, price, place, dan promotion.
Fokus utama dari strategi ini adalah pertumbuhan jangka panjang yang sustainable atau berkelanjutan, bukan sekadar ledakan viral sesaat yang kemudian hilang tak berbekas. Kamu harus memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan menghasilkan dampak nyata pada pendapatan perusahaan.
Tujuan spesifik dari metode ini biasanya dirumuskan dalam kerangka kerja AAARRR (Awareness, Acquisition, Activation, Retention, Revenue, Referral) atau yang dikenal sebagai Pirate Metrics.
Berikut adalah penjabaran tujuan-tujuan tersebut secara lebih rinci:
Teori tanpa praktik hanya akan membingungkan. Kamu bisa melihat banyak perusahaan teknologi raksasa yang besar berkat penerapan strategi ini sejak hari pertama. Mereka tidak menghabiskan uang untuk iklan TV yang mahal, melainkan membangun mekanisme pertumbuhan ke dalam produk mereka sendiri. Mempelajari contoh growth marketing dari para pemain besar ini akan memberimu inspirasi untuk diterapkan pada skala bisnismu sendiri.
Salah satu contoh paling legendaris adalah Dropbox. Saat baru meluncur, mereka kesulitan mendapatkan pengguna baru karena biaya iklan terlalu mahal. Mereka kemudian menerapkan program referral yang cerdas: “Undang temanmu, dan dapatkan tambahan penyimpanan gratis 500MB untukmu dan temanmu.”
Program ini sukses besar karena memberikan insentif dua arah. Pengguna lama senang dapat kuota tambahan, pengguna baru juga senang. Hasilnya, Dropbox tumbuh dari 100.000 menjadi 4.000.000 pengguna hanya dalam waktu 15 bulan tanpa biaya iklan tradisional yang gila-gilaan.
Contoh lainnya adalah Spotify dengan kampanye tahunan “Spotify Wrapped”. Setiap akhir tahun, Spotify menyajikan data personal tentang lagu apa saja yang paling sering kamu dengar dalam format visual yang sangat menarik dan mudah dibagikan. Jutaan pengguna secara sukarela membagikan hasil Wrapped mereka ke Instagram Stories.
Ini adalah bentuk free marketing yang luar biasa. Orang-orang yang belum pakai Spotify jadi penasaran dan merasa FOMO (Fear of Missing Out), lalu akhirnya ikut mengunduh aplikasi tersebut. Spotify berhasil mengubah data pengguna menjadi konten viral yang memicu akuisisi pengguna baru sekaligus meningkatkan retensi pengguna lama.
Penerapan strategi ini membuktikan bahwa kreativitas dan pemahaman mendalam tentang perilaku konsumen jauh lebih ampuh daripada sekadar anggaran iklan jumbo. Jika kamu ingin memahami lebih jauh tentang Strategi meningkatkan omzet, maka pendekatan berbasis data seperti ini wajib dipelajari.
Kamu harus mulai menganalisis datamu sendiri, temukan di mana kebocoran terjadi dalam corong penjualanmu, dan mulailah bereksperimen. Jangan takut gagal dalam mencoba hipotesis baru, karena dalam kamus growth marketing, kegagalan hanyalah data tambahan untuk menemukan jalan menuju kesuksesan yang sebenarnya.
Mau jadi influencer yang nggak cuma eksis, tapi juga cuan? Yuk, gabung di App & Community by Seefluencer! Di sini, kamu bakal dapet strategi jitu, insight daging, dan kesempatan networking bareng kreator lainnya.
FREE Training & Roadmap untuk meningkatkan omzet bisnis atau penghasilan kamu. Kamu akan dikirimkan roadmap & training khusus sesuai kebutuhan kamu (personalized). Langsung isi form nya hanya dalam 30 detik di seefluencer.com/roadmap
Biar ilmunya makin komplit, kamu juga bisa beli Megacreator Book di sini!Jangan cuma baca aja, langsung follow Instagram, TikTok, dan YouTube biar nggak ketinggalan update dan tips buat jadi influencer!