
Promosi lewat kampanye influencer marketing bukan sekadar cara keren untuk membuang anggaran pemasaran tanpa ada kepastian. Kamu harus mulai mengevaluasi kampanyemu dengan cara menghitung ROI agar setiap rupiah yang kamu keluarkan bisa dipertanggungjawabkan hasilnya secara nyata.
ROI atau Return on Investment adalah sebuah metrik yang digunakan untuk mengukur efektivitas dari uang yang kamu investasikan dalam sebuah kampanye.
Dalam dunia influencer marketing, ini berarti kamu membandingkan antara keuntungan yang kamu dapatkan dan biaya yang sudah kamu keluarkan untuk membayar jasa influencer tersebut.
Kamu tidak bisa melihat angka likes atau jumlah komentar sebagai patokan sukses saja, karena angka-angka itu tidak selalu berubah menjadi uang tunai.
Kamu harus melihat ROI sebagai hasil dari kampanye yang kamu jalankan. Jika hasilnya positif, artinya strategi kamu sudah tepat dan memberikan keuntungan bagi bisnis.
Sebaliknya, jika hasilnya negatif, artinya ada yang salah dalam pemilihan influencer, strategi konten, atau penawaran produk yang kamu berikan.
Kamu harus menyadari bahwa data adalah segalanya dalam dunia bisnis yang serba cepat seperti sekarang. Menjalankan kampanye tanpa menghitung hasilnya sama saja dengan mengemudikan mobil di malam hari tanpa lampu depan. Kamu akan merugi tanpa tahu penyebabnya.
arena itu, memahami cara mengukur performa konten influencer menjadi sangat penting agar kamu tahu apa yang benar‑benar bekerja, apa yang perlu diperbaiki, dan bagaimana mengoptimalkan strategi ke depan.
Ini beberapa alasan mengapa kamu harus melakukan perhitungan ini:
Melakukan perhitungan ini sebenarnya tidak serumit yang kamu bayangkan jika kamu sudah memiliki data yang lengkap sejak awal. Kamu harus mengikuti langkah-langkah sistematis agar tidak ada angka yang terlewat.
Pertama, kamu harus menentukan total biaya yang kamu keluarkan. Biaya ini mencakup bayaran influencer, biaya pengiriman sampel produk, hingga biaya produksi konten jika kamu yang menyediakannya. Jangan lupakan biaya waktu yang dihabiskan tim kamu untuk mengelola kerja sama ini.
Total pengeluaran ini akan menjadi angka pembagi dalam rumus nantinya. Jika kamu menggunakan agensi, biaya admin mereka juga harus masuk ke dalam hitungan ini agar data yang dihasilkan benar-benar akurat.
Kedua, kamu harus melacak pendapatan yang masuk secara langsung dari kampanye tersebut atau yang disebut sebagai ROI revenue. Cara paling akurat untuk melakukan ini adalah dengan memberikan kode promo unik bagi setiap influencer atau menggunakan tautan khusus (tracking link).
Dengan begitu, kamu tahu persis pesanan mana yang datang dari influencer A dan pesanan mana yang datang dari influencer B. Kamu juga bisa melacak kenaikan trafik website atau peningkatan jumlah pelanggan baru selama periode kampanye berlangsung untuk melihat dampak secara menyeluruh.
Ketiga, gunakan rumus standar untuk mendapatkan persentase ROI. Kamu bisa menggunakan formula:
ROI = ((Pendapatan – Biaya) Biaya) 100%
Misalnya, kamu mengeluarkan biaya 10 juta rupiah dan mendapatkan keuntungan bersih 15 juta rupiah, maka ROI kamu adalah 50%. Angka ini memberikan gambaran yang jelas apakah kampanye tersebut layak untuk diteruskan atau justru harus dihentikan segera.
Kamu harus memastikan bahwa pendapatan yang dimasukkan ke rumus adalah pendapatan bersih setelah dikurangi harga pokok produksi barang agar hasilnya tidak bias.
Keempat, kamu harus melihat metrik di luar uang tunai jika tujuan kampanyemu adalah membangun kesadaran merek (brand awareness). Kamu bisa menghitung biaya per seribu impresi (CPM) atau biaya per interaksi (CPE).
Kamu harus membandingkan angka ini dengan standar industri atau dengan hasil dari iklan berbayar lainnya. Jika harga per impresi dari influencer jauh lebih murah dan memberikan kualitas audiens yang lebih baik, maka investasi tersebut tetap dianggap berhasil meskipun tidak langsung menghasilkan penjualan meledak di hari yang sama.
Kelima, lakukan perbandingan antar kampanye secara rutin. Kamu harus memiliki catatan sejarah dari setiap influencer yang pernah bekerja sama denganmu.
Lihat pola yang terbentuk, misalnya apakah influencer kategori gaya hidup memberikan hasil lebih baik daripada influencer kategori teknologi. Dengan data yang terkumpul dalam jangka panjang, kamu bisa memprediksi hasil kampanye di masa depan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.
Keenam, jangan lupa untuk menghitung nilai jangka panjang pelanggan. Terkadang, seorang pelanggan yang datang dari influencer hanya membeli sedikit di awal, namun mereka terus kembali belanja selama berbulan-bulan kemudian.
Kamu harus mempertimbangkan potensi keuntungan jangka panjang ini agar tidak terlalu cepat memberikan vonis gagal pada sebuah kampanye. Kesabaran dalam mengumpulkan data ini akan memberikan perspektif yang lebih luas tentang kesuksesan strategi pemasaran digitalmu secara keseluruhan.
Semakin sering kamu mempraktikkan cara menghitung ROI, semakin tajam pula insting bisnismu dalam memilih mitra promosi yang benar-benar berkualitas untuk masa depan.
Mau jadi influencer yang nggak cuma eksis, tapi juga cuan? Yuk, gabung di App & Community by Seefluencer! Di sini, kamu bakal dapet strategi jitu, insight daging, dan kesempatan networking bareng kreator lainnya.
FREE Training & Roadmap untuk meningkatkan omzet bisnis atau penghasilan kamu. Kamu akan dikirimkan roadmap & training khusus sesuai kebutuhan kamu (personalized). Langsung isi form nya hanya dalam 30 detik di seefluencer.com/roadmap
Biar ilmunya makin komplit, kamu juga bisa beli Buku Mega Creator di sini!Jangan cuma baca aja, langsung follow Instagram, TikTok, dan YouTube biar nggak ketinggalan update dan tips buat jadi influencer!
Nano Banana AI
I love how this post highlights that likes and comments aren’t always an accurate reflection of ROI. Focusing on actual revenue generated and long-term value is crucial for understanding the true success of a campaign.