Contoh content plan untuk personal branding dan marketing. Membuat content plan membutuhkan struktur yang jelas agar proses produksi konten lebih terarah dan konsisten.
Untuk memulainya, kamu perlu memahami format dasar dan elemen penting yang harus ada di dalamnya. Ini contoh content plan yang bikin kamu bisa menyusun content plan yang efisien, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan.
Tujuan dari content plan adalah supaya kamu nggak pusing tiap hari harus mikirin konten dari nol. Jadi formatnya pun nggak perlu ribet.
Justru makin simpel dan jelas, makin enak dipakai. Yang penting, kamu bisa ngelihat semua ide, jadwal, dan eksekusinya dalam satu tempat.
Kalau kamu kerja sendiri, format bisa disesuaikan dengan gaya kamu. Tapi kalau kamu kerja dalam tim, format content plan harus bisa dibaca dan dipahami semua orang. Jangan sampai malah bikin tambah bingung.
Untuk membantu kamu lebih mudah menyusun semuanya, simak Panduan Bikin Content Plan yang bisa membantu kamu membuat rencana konten yang terstruktur dan efektif.
Sebelum bahas contohnya, kita perlu tahu dulu isi dasar dari sebuah content plan:
Format ini bisa ditambah elemen lain sesuai kebutuhan. Misalnya: siapa yang bertanggung jawab, tujuan konten, keyword, atau link referensi.
Kalau kamu adalah content creator yang fokus ke personal branding, kamu bisa pakai content plan mingguan dengan format kayak gini:
Tanggal | Topik | Jenis Konten | Caption | Visual | Platform | CTA | Status |
12 Agt | Tips produktif | Carousel IG | 5 kebiasaan pagi biar nggak mager | Ilustrasi | Save & Share | Siap publish | |
14 Agt | Behind the scene | Story | Proses bikin konten | Video pendek | Lihat highlight | Draft | |
16 Agt | Mini vlog | Reels | Hari di coworking space | Vlog edit | IG & TikTok | Tonton sampai akhir | Proses edit |
Format ini bisa kamu bikin di Google Sheets, Notion, atau pakai template dari tools kayak Trello atau ClickUp. Yang penting gampang dipantau.
Kalau kamu kerja di tim, kamu butuh versi yang sedikit lebih kompleks. Tujuannya supaya koordinasi lancar dan semua tahu perannya. Contohnya:
Tanggal | Campaign | Topik | Jenis Konten | Copywriter | Desainer | Platform | CTA | Status |
10 Agt | Promo Merdeka | Diskon 17% | Feed IG | Dinda | Fajar | Cek link bio | Done | |
13 Agt | Awareness | Edukasi fitur | Reels | Lila | Videografer | TikTok & IG | Pelajari fitur | Revisi |
15 Agt | Engagement | Polling | Story | Tim Sosmed | – | Vote sekarang | Scheduled |
Tambahan kolom seperti campaign, copywriter, dan desainer bisa bantu kamu track siapa yang tanggung jawab dan di konten mana.
Satu format yang juga banyak dipakai adalah kalender konten bulanan berbasis tema. Jadi kamu tentuin tema tiap minggu, lalu isi kontennya dari situ:
Minggu 1 – Tema: Edukasi
Minggu 2 – Tema: Testimoni
Format ini cocok kalau kamu mau konten lebih konsisten dan saling terhubung. Kamu bisa kasih warna berbeda untuk tiap jenis konten biar lebih visual.
Kadang kita udah bikin plan, tapi tetap nggak jalan. Biasanya karena terlalu ambisius atau nggak realistis. Mulai aja dari yang simpel, lalu upgrade sedikit demi sedikit.
Pastikan kamu update content plan secara rutin. Jangan biarin dia jadi dokumen mati. Luangkan waktu tiap minggu atau dua minggu sekali buat evaluasi dan penyesuaian.
Kalau kamu belum tahu cara membuat content plan yang efektif, mulai dengan yang sederhana dulu, dan jangan takut untuk menyesuaikan seiring waktu.
Dan jangan lupa: content plan bukan buat bikin kamu kaku. Dia alat bantu, bukan aturan yang mengikat. Jadi sesuaikan aja sama ritme kerja dan gaya komunikasi kamu.
Kalau kamu pengen kerja lebih tertata dan nggak capek mikir konten tiap hari, kamu bisa mulai dari format dan contoh content plan yang simpel dan bisa langsung dipakai.
Mau jadi influencer yang nggak cuma eksis, tapi juga cuan? Yuk, gabung di App & Community by Seefluencer! Di sini, kamu bakal dapet strategi jitu, insight daging, dan kesempatan networking bareng kreator lainnya.
Jangan cuma baca aja, langsung follow Instagram, TikTok, dan YouTube biar nggak ketinggalan update dan tips buat jadi influencer!
Biar ilmunya makin komplit, kamu juga bisa beli Megacreator Book di sini!
Pingback: 9 Perbedaan Content Plan dan Content Strategy - Seefluencer
Pingback: Format Content Plan Instagram Ideal untuk Pertumbuhan Akun - Seefluencer