
Jangan berusaha menjual produkmu kepada semua orang karena tidak semua orang membutuhkannya. Kamu hanya akan membuang waktu dan energi untuk mengejar audiens yang salah. Solusi dari kekacauan ini adalah menerapkan strategi lead generation yang tepat untuk menemukan orang-orang yang memang tertarik dengan apa yang kamu tawarkan.
Lead generation adalah proses menarik minat orang asing dan mengubahnya menjadi seseorang yang memberikan data kontaknya kepadamu. Kamu tidak langsung memaksa mereka membeli saat pertemuan pertama. Sebaliknya, kamu memulai hubungan dengan cara mengumpulkan informasi seperti nama, alamat email, atau nomor telepon mereka.
Kamu harus memandang ini sebagai tahap perkenalan yang krusial. Ketika seseorang bersedia memberikan kontaknya, itu artinya mereka membuka pintu sedikit bagi bisnismu untuk masuk. Mereka memberi sinyal bahwa mereka tertarik.
Tujuannya adalah membangun database calon pelanggan potensial yang bisa tim penjualan hubungi secara personal. Kamu harus fokus pada kualitas data yang masuk, bukan sekadar jumlahnya. Data ini nantinya menjadi aset berharga karena berisi orang-orang yang punya potensi besar untuk melakukan pembelian di masa depan.
Jika kamu ingin memahami bagaimana strategi berbasis data seperti ini bisa dioptimalkan lewat iklan dan pengukuran yang terarah, baca artikel Manfaat Performance Marketing untuk Bisnis Online untuk insight yang lebih lengkap.
Kamu pasti pernah mengalami situasi di mana kamu melihat tawaran menarik di internet, misalnya e-book panduan bisnis atau tips kesehatan gratis. Namun, sebelum bisa mengunduh file tersebut, kamu diminta mengisi formulir berisi nama dan email. Itu adalah contoh paling nyata dari strategi ini. Bisnis tersebut memberikan sesuatu yang bernilai alias lead magnet, dan kamu membayarnya dengan datamu.
Contoh lainnya yang sering kamu temui adalah pendaftaran untuk mengikuti webinar gratis. Penyelenggara memberikan ilmu, dan peserta memberikan data kontak. Selain itu, kupon diskon untuk pembelian pertama atau penawaran uji coba gratis (free trial) aplikasi selama 7 hari juga termasuk cara ampuh menarik data pelanggan.
Mekanisme ini menciptakan pertukaran yang adil dan saling menguntungkan antara pemilik bisnis dan calon konsumen. Kamu mendapatkan manfaat gratis, dan bisnis mendapatkan akses untuk menghubungi kamu kembali.

Proses ini memiliki alur kerja yang sistematis agar data yang didapatkan benar-benar valid. Pertama, pengunjung menemukan bisnismu melalui berbagai saluran pemasaran yang kamu miliki, bisa dari website, artikel blog, atau postingan media sosial.
Di saluran tersebut, kamu menempatkan sebuah tombol ajakan bertindak atau Call to Action (CTA). Tombol ini harus mencolok dan menggugah, misalnya bertuliskan “Dapatkan E-book Gratis Sekarang” atau “Daftar Diskon Di Sini”.
Tombol CTA tersebut kemudian akan mengarahkan pengunjung ke sebuah Landing Page. Halaman ini didesain khusus hanya untuk satu tujuan: menangkap data. Di sinilah pengunjung mengisi formulir.
Setelah mereka menekan tombol kirim, data mereka masuk ke sistemmu, dan mereka resmi berubah status dari pengunjung biasa menjadi lead atau prospek. Kamu harus memastikan alur ini berjalan mulus tanpa hambatan teknis agar pengunjung tidak merasa ribet dan membatalkan niatnya.
Kalau kamu ingin memaksimalkan proses ini dengan strategi yang tetap efektif meski dana terbatas, baca artikel Cara Digital Marketing Sukses Tanpa Budget Besar untuk tips dan langkah praktisnya.
Strategi untuk mendapatkan data calon pelanggan ini terbagi menjadi dua kategori besar berdasarkan cara pendekatannya. Kamu harus memahami perbedaan keduanya agar bisa menentukan metode mana yang paling cocok dengan sumber daya dan target pasarmu saat ini. Berikut adalah penjelasannya:
Jenis pertama ini fokus pada cara “menarik” pelanggan datang kepadamu secara sukarela. Kamu membuat konten yang bermanfaat, relevan, dan solutif bagi masalah mereka. Dalam metode ini, kamu memposisikan diri sebagai pihak yang membantu, bukan pihak yang mengganggu.
Kamu memanfaatkan media seperti blog, optimasi mesin pencari (SEO), dan media sosial. Ketika seseorang memiliki masalah, mereka akan mencari jawabannya di Google atau media sosial. Jika kontenmu muncul dan memberikan solusi, mereka akan datang sendiri ke website-mu.
Karena inisiatif datang dari mereka, tingkat kepercayaan prospek hasil inbound biasanya lebih tinggi. Mereka merasa kamu adalah ahli yang bisa diandalkan. Kamu harus sabar karena metode ini membutuhkan waktu untuk membangun reputasi, namun hasilnya sangat kuat untuk jangka panjang.
Berbeda dengan inbound, jenis kedua ini menggunakan pendekatan “menjemput bola” atau sedikit lebih agresif. Kamu secara aktif menghubungi orang-orang yang mungkin belum tahu atau bahkan belum pernah mendengar tentang produkmu sama sekali. Tujuannya adalah menjangkau audiens seluas mungkin dalam waktu yang singkat dan spesifik.
Metode ini meliputi aktivitas seperti cold calling (menelepon calon pelanggan secara langsung), mengirim email penawaran ke daftar kontak tertentu, serta memasang iklan berbayar (display ads) di berbagai platform.
Walaupun terkadang dianggap mengganggu, cara ini tetap efektif jika kamu menargetkan segmen yang sangat spesifik. Kamu harus siap mengeluarkan biaya lebih di awal untuk iklan atau tim sales. Strategi ini sangat cocok jika kamu membutuhkan hasil instan dan ingin segera mengisi pipeline penjualanmu dengan data dari aktivitas lead generation.
Mau jadi influencer yang nggak cuma eksis, tapi juga cuan? Yuk, gabung di App & Community by Seefluencer! Di sini, kamu bakal dapet strategi jitu, insight daging, dan kesempatan networking bareng kreator lainnya.
FREE Training & Roadmap untuk meningkatkan omzet bisnis atau penghasilan kamu. Kamu akan dikirimkan roadmap & training khusus sesuai kebutuhan kamu (personalized). Langsung isi form nya hanya dalam 30 detik di seefluencer.com/roadmap
Biar ilmunya makin komplit, kamu juga bisa beli Buku Mega Creator di sini!Jangan cuma baca aja, langsung follow Instagram, TikTok, dan YouTube biar nggak ketinggalan update dan tips buat jadi influencer!