Analisis kompetitor

7 Strategi Melakukan Analisis Kompetitor yang Bisa Dicontek Sekarang

Media SosialJanuary 13, 2026

Pasar adalah medan perang yang dinamis dan penuh kejutan. Melakukan analisis kompetitor secara rutin jadi satu-satunya cara agar kamu tidak kehilangan arah dan bisa tetap relevan di mata pelanggan yang semakin pemilih.

1. Tentukan Siapa Lawan Kamu yang Sebenarnya

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah memetakan siapa saja yang bermain di pasar yang sama dengan kamu. Jangan sampai kamu salah sasaran dalam mengawasi lawan. Kamu harus membagi mereka ke dalam dua kategori, yaitu kompetitor langsung dan kompetitor tidak langsung.

Kompetitor langsung adalah mereka yang menjual produk atau jasa yang serupa dengan apa yang kamu tawarkan dan mengincar target pasar yang sama.

Sementara itu, kompetitor tidak langsung adalah bisnis yang mungkin produknya berbeda, namun bisa menjadi alternatif bagi pelanggan kamu untuk menyelesaikan masalah yang sama. Misalnya, jika kamu menjual kopi literan, kompetitor langsung kamu adalah kedai kopi lain.

Namun, penjual teh kemasan atau minuman cokelat bisa menjadi kompetitor tidak langsung. Kamu harus mencatat setidaknya lima hingga sepuluh nama yang paling dominan di industri kamu saat ini agar pengamatan kamu lebih terfokus.

2. Bedah Produk dan Layanan yang Mereka Tawarkan

Setelah memiliki daftar nama, kamu harus masuk lebih dalam untuk membedah kualitas produk mereka. Jangan hanya melihat dari foto di media sosial, kalau perlu kamu harus mencoba sendiri produk mereka agar tahu kelebihan dan kekurangannya secara nyata.

Perhatikan fitur apa yang mereka tonjolkan dan bagaimana kualitas bahan baku yang mereka gunakan.

Kamu harus mencari tahu apakah mereka menawarkan sesuatu yang tidak kamu miliki. Misalnya, mereka memberikan garansi lebih lama atau layanan purna jual yang lebih responsif. Dengan membedah produk lawan, kamu bisa menemukan celah untuk meningkatkan kualitas produk kamu sendiri. 

3. Pantau Strategi Harga dan Promo Secara Berkala

Harga merupakan salah satu faktor paling sensitif bagi konsumen di Indonesia. Kamu harus tahu berapa kisaran harga yang dipasang oleh lawan-lawan kamu untuk produk yang sejenis.

Apakah mereka mengambil margin yang tipis dengan volume penjualan besar, atau mereka memposisikan diri sebagai brand premium dengan harga tinggi?

Selain harga normal, kamu harus mengawasi pola promo yang mereka jalankan. Apakah mereka memberikan diskon besar di tanggal kembar setiap bulan atau memberikan gratis ongkir tanpa syarat?

Memahami pola ini membantu kamu menyiapkan strategi tandingan agar calon pembeli tidak merasa bahwa harga di toko kamu terlalu mahal. Kamu harus menyesuaikan strategi harga tanpa harus terjebak dalam perang harga yang bisa merusak kesehatan finansial bisnis kamu di masa depan.

4. Intip Cara Mereka Berkomunikasi di Media Sosial

Media sosial adalah jendela paling transparan untuk melihat bagaimana sebuah brand membangun hubungan dengan pelanggan. Kamu harus memperhatikan platform mana saja yang mereka gunakan dan seberapa aktif mereka berinteraksi di sana.

Perhatikan gaya bahasa atau tone of voice yang mereka pakai, apakah santai dan menggunakan kata-kata gaul atau terlihat sangat formal dan profesional.

Lihat juga jenis konten yang mendapatkan interaksi paling banyak dari pengikut mereka. Apakah itu konten edukasi, video di balik layar, atau sekadar meme yang lucu? Kamu bisa belajar dari kesuksesan konten mereka dan mengadaptasinya dengan identitas brand kamu sendiri.

Untuk itu, penting untuk memahami strategi komunikasi digital melalui media sosial, yang dapat memberikan panduan lebih mendalam mengenai cara memanfaatkan platform ini untuk meningkatkan engagement.

Jangan lupa untuk melihat jam berapa mereka biasanya mengunggah konten karena waktu unggah bisa sangat berpengaruh terhadap jangkauan audiens.

5. Pelajari Ulasan Negatif dari Pelanggan Mereka

Ini adalah salah satu langkah paling cerdik dalam memenangkan persaingan. Kamu harus rajin membaca kolom komentar dan ulasan di platform e-commerce atau Google Maps milik kompetitor. Cari tahu apa yang paling sering dikeluhkan oleh pelanggan mereka. Apakah soal pengemasan yang buruk, pengiriman yang lambat, atau respon admin yang tidak ramah?

Keluhan pelanggan lawan adalah peluang emas bagi kamu. Jika banyak pelanggan mereka mengeluh soal pengiriman yang lama, kamu harus memastikan sistem pengiriman di bisnis kamu sangat cepat dan andal.

Kamu bisa menjadikan kelemahan lawan sebagai nilai jual utama dari bisnis kamu. Dengan cara ini, kamu bisa menarik pelanggan yang merasa kecewa dengan layanan kompetitor untuk beralih menggunakan jasa atau produk kamu.

6. Gunakan Framework SWOT untuk Memetakan Posisi

framework SWOT
sumber: canva

Kamu harus menyusun semua data yang sudah kamu kumpulkan ke dalam kerangka kerja SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Tuliskan secara jujur apa kekuatan dan kelemahan bisnis kamu dibandingkan dengan mereka.

Kamu harus melihat peluang apa yang belum diambil oleh kompetitor, misalnya pasar di kota tertentu yang belum mereka sentuh atau fitur produk yang banyak diminta tapi belum mereka buat.

Selain itu, kamu harus mengidentifikasi ancaman yang mungkin muncul dari pergerakan mereka. Misalnya, jika kompetitor baru saja mendapatkan pendanaan besar, mereka mungkin akan melakukan promosi besar-besaran yang bisa menggerus pangsa pasar kamu.

Memiliki peta SWOT yang jelas membuat kamu bisa mengambil keputusan berdasarkan data, bukan hanya sekadar mengikuti perasaan atau asumsi semata.

7. Temukan Celah untuk Menjadi Berbeda

Tujuan akhir dari semua riset ini adalah untuk menemukan titik perbedaan yang kuat. Kamu tidak boleh hanya menjadi pengikut atau sekadar meniru apa yang dilakukan orang lain. Kamu harus menciptakan alasan kuat mengapa pelanggan harus memilih kamu dan bukan mereka.

Diferensiasi ini bisa datang dari mana saja, mulai dari kemasan yang lebih ramah lingkungan, layanan pelanggan yang jauh lebih personal, hingga nilai-nilai sosial yang diusung oleh brand kamu.

Dunia bisnis bergerak sangat cepat dan siapa yang berhenti mengamati lingkungan sekitar akan mudah tergilas oleh inovasi baru. Kamu harus menjadikan aktivitas pemantauan ini sebagai agenda rutin bulanan, bukan hanya dilakukan sekali saat baru memulai usaha.

Salah satu hal yang penting untuk dipantau adalah perbedaan strategi media sosial personal vs bisnis, karena kedua pendekatan ini memiliki tujuan dan audiens yang berbeda. Dengan memahami perbedaan tersebut, kamu bisa lebih efektif dalam menyesuaikan pendekatan media sosial untuk brand kamu.

Lakukan analisis kompetitor agar kamu selalu siap melakukan inovasi yang belum pernah terpikirkan oleh lawan kamu sebelumnya.

Mau jadi influencer yang nggak cuma eksis, tapi juga cuan? Yuk, gabung di App & Community by Seefluencer! Di sini, kamu bakal dapet strategi jitu, insight daging, dan kesempatan networking bareng kreator lainnya. 

FREE Training & Roadmap untuk meningkatkan omzet bisnis atau penghasilan kamu. Kamu akan dikirimkan roadmap & training khusus sesuai kebutuhan kamu (personalized). Langsung isi form nya hanya dalam 30 detik di seefluencer.com/roadmap 

Biar ilmunya makin komplit, kamu juga bisa beli Buku Mega Creator di sini!

Jangan cuma baca aja, langsung follow Instagram, TikTok, dan YouTube biar nggak ketinggalan update dan tips buat jadi influencer!

Leave a reply

Previous Post

Next Post

Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...