
Sebelum membeli barangmu, calon pelanggan akan melewati serangkaian proses psikologis: dari sekadar tahu, menimbang-nimbang, sampai akhirnya mantap mentransfer uang. Kamu harus paham semua tahapan marketing funnel agar pengunjung bisnismu tidak cuma numpang lewat. Untuk memahami Cara Kerja Digital Marketing Melalui Funnel Marketing secara lebih detail, Mari kita bahas mulai dari yang paling atas!Â
Tahap paling atas dari corong pemasaran adalah Awareness. Di sini, target audiensmu bahkan belum tahu kalau brand kamu ada di muka bumi ini. Masalah utama di tahap ini biasanya adalah jangkauan yang sempit.
Kamu harus fokus memperkenalkan diri kepada sebanyak mungkin orang yang relevan. Jangan dulu berpikir soal jualan keras atau hard selling di tahap ini karena orang cenderung menolak ditawari barang oleh orang asing.
Kamu harus membuat konten yang memancing perhatian dan menyadarkan mereka akan masalah yang mereka hadapi. Gunakan media sosial, artikel blog SEO, atau iklan berbayar untuk menjangkau audiens dingin (cold audience).
Tujuannya sederhana: membuat mereka berhenti scrolling dan melihat siapa kamu. Jika kamu gagal di tahap ini, tahapan marketing funnel selanjutnya tidak akan pernah terjadi karena tidak ada orang yang masuk ke dalam corong bisnismu.
Setelah mereka tahu kamu ada, tantangan selanjutnya adalah membuat mereka tertarik. Audiens sudah sadar punya masalah, dan mereka mulai mencari solusi. Di tahap Interest, mereka akan mulai kepo dengan akunmu, membaca caption, atau melihat-lihat katalog produk. Kamu harus menyajikan informasi yang mengedukasi dan relevan dengan kebutuhan mereka.
Jangan biarkan mereka pergi dengan tangan kosong. Berikan nilai tambah seperti tips gratis, e-book, atau video tutorial yang menunjukkan keahlianmu. Ini adalah momen krusial untuk membangun kepercayaan.
Salah satu tahapan marketing funnel ini menuntut kamu untuk lebih komunikatif dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar audiens melalui konten. Jika kontenmu membosankan atau tidak menjawab keresahan mereka, mereka akan langsung melupakanmu dan beralih ke kompetitor.
Pada tahap ini, calon pelanggan sudah tahu produkmu bisa menjadi solusi, tapi mereka belum yakin 100%. Mereka sedang membandingkan produkmu dengan produk sebelah. Mereka akan mengecek harga, fitur, ongkos kirim, dan ulasan pelanggan lain. Kamu harus membuktikan bahwa tawaranmu adalah yang terbaik di antara pilihan lainnya.
Kamu wajib menonjolkan Unique Selling Proposition (USP) atau keunikan produkmu. Tampilkan testimoni positif, studi kasus, atau perbandingan fitur yang jujur. Kamu harus transparan mengenai detail produk untuk menghilangkan keraguan mereka.
Di fase ini, calon pembeli sangat rasional dan kritis. Sedikit saja kamu terlihat mencurigakan atau menyembunyikan informasi, mereka akan mencoretmu dari daftar pilihan. Berikan mereka alasan kuat kenapa harus memilih kamu sekarang juga.
Inilah tahap yang paling dinanti-nanti, yaitu konversi atau penjualan. Calon pelanggan sudah yakin dan siap mengeluarkan uang. Namun, jangan senang dulu. Banyak transaksi gagal justru di detik-detik terakhir karena proses pembelian yang rumit. Kamu harus memastikan proses checkout berjalan semulus jalan tol.
Hilangkan hambatan teknis seperti formulir yang terlalu panjang, website yang lemot, atau metode pembayaran yang terbatas. Kamu harus memberikan pengalaman transaksi yang mudah dan cepat. Gunakan Call to Action (CTA) yang tegas seperti “Beli Sekarang” atau “Dapatkan Diskon Khusus Hari Ini”.
Tahapan marketing funnel ini adalah soal eksekusi akhir. Jika kamu mempersulit mereka di kasir, mereka akan meninggalkan keranjang belanjaan begitu saja (cart abandonment) dan kamu kehilangan uang yang sudah di depan mata.
Banyak pengusaha berhenti bekerja setelah uang masuk ke rekening. Ini kesalahan fatal. Tahap Retention atau loyalitas justru adalah tambang emas yang sebenarnya. Mendapatkan pelanggan baru jauh lebih mahal biayanya daripada merawat pelanggan lama. Kamu harus memikirkan cara agar pembeli tersebut mau kembali lagi di masa depan (repeat order).
Jalin hubungan jangka panjang dengan mereka. Kirimkan ucapan terima kasih, minta ulasan, atau berikan penawaran khusus untuk pembelian kedua. Kamu harus memanjakan mereka agar mereka menjadi pelanggan setia, bahkan menjadi pembela brand (brand advocate) yang mempromosikan produkmu secara sukarela ke teman-temannya.
Siklus ini akan membuat bisnis kamu berkelanjutan dan tidak terus-menerus “membakar uang” untuk mencari pelanggan baru. Dengan merawat pelanggan di tahap akhir marketing funnel ini, keuntungan bisnismu akan jauh lebih stabil dan meningkat seiring waktu.
Mau jadi influencer yang nggak cuma eksis, tapi juga cuan? Yuk, gabung di App & Community by Seefluencer! Di sini, kamu bakal dapet strategi jitu, insight daging, dan kesempatan networking bareng kreator lainnya.
FREE Training & Roadmap untuk meningkatkan omzet bisnis atau penghasilan kamu. Kamu akan dikirimkan roadmap & training khusus sesuai kebutuhan kamu (personalized). Langsung isi form nya hanya dalam 30 detik di seefluencer.com/bootcamp
Biar ilmunya makin komplit, kamu juga bisa beli Megacreator Book di sini!Jangan cuma baca aja, langsung follow Instagram, TikTok, dan YouTube biar nggak ketinggalan update dan tips buat jadi influencer!