viral marketing strategies

Bagaimana Cara Menerapkan Viral Marketing Strategies?

BlogFebruary 28, 2026

Viralitas itu bukan sekadar keberuntungan semata, melainkan hasil dari eksekusi yang matang dan pemahaman mendalam tentang psikologi audiens. Kamu harus berhenti menyalahkan algoritma dan mulai membedah apa yang salah dari pendekatanmu selama ini.

Artikel ini akan membongkar langkah-langkah konkret menerapkan viral marketing strategies agar brand atau akunmu bisa jadi pusat perhatian.

1. Pancing Emosi Audiens Sejak Detik Pertama

Kunci utama konten viral adalah emosi. Orang tidak akan membagikan sesuatu yang membuat mereka merasa datar-datar saja. Kamu harus memicu emosi yang kuat, entah itu rasa kagum, marah, sedih yang mendalam, atau tawa yang terbahak-bahak. Psikologi pemasaran menunjukkan bahwa konten dengan “high-arousal emotion” jauh lebih mungkin untuk dibagikan.

Jangan takut menjadi sedikit kontroversial atau mengambil sudut pandang yang unik. Kamu harus berani tampil beda. Jika kontenmu terlalu aman, orang akan melewatinya begitu saja. Buatlah hook atau pancingan di 3 detik pertama yang langsung menampar kesadaran audiens.

Kalau kamu gagal menangkap perhatian mereka di awal, isi kontenmu yang bagus di belakang tidak akan pernah dilihat. Fokuslah membuat pembukaan yang menghentak dan bikin penasaran.

2. Buat Konten yang Relevan dan Relatable

Orang suka membagikan konten yang mewakili perasaan atau identitas mereka. Ini adalah salah satu strategi marketing yang viral. Ketika seseorang melihat kontenmu dan berkata dalam hati, “Wah, ini gue banget!” atau “Ini persis yang dialami temanku!”, mereka akan otomatis menekan tombol share. Konten yang relatable berfungsi sebagai cermin bagi audiens.

Kamu harus riset mendalam tentang kebiasaan, bahasa, dan masalah sehari-hari target pasarmu. Jangan gunakan bahasa yang terlalu tinggi atau kaku. Gunakan istilah tongkrongan atau situasi receh yang sering mereka alami.

Untuk memaksimalkan pendekatan ini, kamu bisa mempelajari Cara Bikin Konten Viral untuk Pengusaha dengan Strategi Tren, agar riset yang kamu lakukan tidak berhenti pada pemahaman audiens saja, tetapi juga terhubung dengan momentum yang sedang ramai diperbincangkan.

Semakin spesifik dan dekat kontenmu dengan kehidupan nyata mereka, semakin besar potensi viralitasnya. Orang membagikan konten untuk menunjukkan siapa diri mereka kepada pengikutnya, jadi pastikan kontenmu bisa menjadi sarana ekspresi diri bagi mereka.

3. Manfaatkan Tren dan Berita Terkini (Newsjacking)

Kecepatan adalah segalanya di dunia digital. Kamu harus peka terhadap apa yang sedang ramai dibicarakan hari ini. Newsjacking atau menunggangi ombak berita terkini adalah jalan pintas untuk mendapatkan eksposur instan. Ketika ada isu panas, meme baru, atau lagu yang sedang trending, segera adaptasi hal tersebut ke dalam niche bisnismu.

Jangan menunggu seminggu kemudian baru membuat kontennya, karena saat itu trennya pasti sudah basi. Kamu harus bergerak cepat. Namun, pastikan kamu tetap menghubungkannya dengan produk atau pesan brandmu secara cerdas. Jangan asal ikut-ikutan tanpa konteks yang jelas karena itu malah akan membuat brandmu terlihat maksa atau cringe. Gunakan momentum tren untuk mendorong pesanmu lebih jauh ke audiens yang lebih luas.

4. Pastikan Format Konten Mudah Dibagikan

Sederhana tapi fatal, banyak orang lupa memastikan kontennya mudah diakses. Kamu harus menghilangkan segala hambatan yang membuat orang malas membagikan kontenmu. Hindari membuat video yang terlalu panjang dan bertele-tele tanpa subtitle. Gunakan format vertikal 9:16 karena mayoritas orang mengakses media sosial lewat ponsel.

Untuk memahami lebih dalam tentang pilihan format yang efektif, kamu bisa mempelajari Contoh Konten Digital Berdasarkan Formatnya agar tahu kapan harus menggunakan video pendek, carousel, infografis, atau live streaming.

Pastikan tombol share mudah dijangkau dan kontenmu tidak terkunci di akun privat. Strategi marketing yang viral juga memperhitungkan aspek teknis seperti kualitas audio dan visual. Audio yang buruk akan membuat orang langsung skip, dan visual yang buram membuat kontenmu terlihat tidak profesional. Buatlah visual yang eye-catching dengan teks yang mudah dibaca agar pesanmu tersampaikan dalam sekilas pandang.

5. Berikan Nilai Praktis yang Bisa Langsung Dipakai

Selain hiburan, orang suka membagikan konten yang bermanfaat. Konten berupa tips, trik, life hacks, atau tutorial singkat punya potensi viral yang sangat besar karena nilai gunanya tinggi. Orang membagikan konten seperti ini untuk membantu teman-temannya atau menyimpannya sebagai referensi pribadi di masa depan.

Kemas informasi tersebut sesingkat dan sepadat mungkin. Jangan berikan teori yang membosankan. Langsung berikan langkah-langkah praktis yang bisa mereka coba sekarang juga. Misalnya, daripada menjelaskan teori diet panjang lebar, lebih baik buat konten “Menu Diet 5 Menit Bahan Minimarket”.

Semakin praktis dan mudah solusinya, semakin banyak orang yang akan menyebarkannya. Ini menciptakan efek bola salju di mana audiensmu secara sukarela menjadi distributor kontenmu.

6. Ajak Audiens Berinteraksi Melalui Call to Action (CTA)

Banyak konten bagus berhenti menjadi viral hanya karena pembuatnya lupa menyuruh penonton melakukan sesuatu. Kamu harus memberi instruksi yang jelas melalui Call to Action (CTA). Jangan berasumsi audiens akan otomatis tahu apa yang harus dilakukan setelah menonton videomu.

Ajak mereka untuk tag teman yang relate, save untuk ditonton nanti, atau bagikan ke story jika setuju. Gunakan kalimat perintah yang santai tapi tegas. Misalnya, “Tag temen kamu yang kelakuannya kayak gini!” atau “Coba trik ini dan duel hasilnya di kolom komentar!”. Interaksi yang tinggi di awal postingan akan memberi sinyal pada algoritma bahwa kontenmu menarik, sehingga platform akan menyebarkannya ke lebih banyak orang lagi. CTA adalah pemicu kecil yang berdampak besar.

7. Analisis dan Evaluasi Data Secara Berkala

Viral itu bisa direncanakan, tapi kamu butuh data untuk menyempurnakannya. Jangan cuma posting lalu ditinggal tidur. Kamu harus rajin mengecek analytics atau insights di setiap platform media sosialmu. Lihat konten mana yang paling banyak mendapatkan share dan save, bukan cuma likes.

Pelajari pola dari konten-konten suksesmu sebelumnya. Apakah videonya pendek atau panjang? Jam berapa kamu posting? Lagu apa yang kamu pakai? Data ini adalah peta harta karunmu. Ulangi formula yang berhasil dan tinggalkan yang gagal.

Tanpa evaluasi, kamu hanya akan menembak dalam gelap. Konsistensi dalam menganalisis data akan membuatmu semakin tajam dalam menciptakan konten yang sesuai dengan selera pasar. Dengan pemahaman data yang kuat, kamu bisa mereplikasi kesuksesan dan terus menerapkan viral marketing strategies secara berkelanjutan.

Mau jadi influencer yang nggak cuma eksis, tapi juga cuan? Yuk, gabung di App & Community by Seefluencer! Di sini, kamu bakal dapet strategi jitu, insight daging, dan kesempatan networking bareng kreator lainnya. 

FREE Training & Roadmap untuk meningkatkan omzet bisnis atau penghasilan kamu. Kamu akan dikirimkan roadmap & training khusus sesuai kebutuhan kamu (personalized). Langsung isi form nya hanya dalam 30 detik di seefluencer.com/bootcamp

Biar ilmunya makin komplit, kamu juga bisa beli Megacreator Book di sini!Jangan cuma baca aja, langsung follow Instagram, TikTok, dan YouTube biar nggak ketinggalan update dan tips buat jadi influencer!

Leave a reply

Previous Post

Next Post

Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...