marketing communication

Apa yang Dimaksud dengan Marketing Communication?

MarketingFebruary 27, 2026

Calon pembeli nggak akan tahu betapa hebatnya solusimu kalau kamu diam saja atau salah cara ngomongnya. Makanya, kamu harus paham betul gimana caranya menerapkan strategi marketing communication.

Apa yang Dimaksud dengan Marketing Communication?

Banyak orang mengira komunikasi pemasaran itu cuma soal pasang iklan di media sosial atau sebar brosur. Padahal, cakupannya jauh lebih luas dari itu. Marketing communication adalah segala pesan dan media yang kamu gunakan untuk berkomunikasi dengan pasar.

Ini mencakup iklan, postingan media sosial, desain kemasan produk, gaya bahasa di website, sampai cara customer service membalas chat pelanggan. Semuanya adalah bentuk komunikasi yang membentuk persepsi orang terhadap bisnismu.

Tujuan utamanya adalah mengubah orang yang tidak tahu menjadi tahu, yang tahu menjadi tertarik, dan yang tertarik menjadi pembeli setia. Kamu harus melihat ini sebagai jembatan penghubung antara bisnis dan pelanggan.

Jika jembatan ini rapuh atau tidak jelas arahnya, pelanggan tidak akan pernah sampai ke tujuan untuk membeli produkmu. Komunikasi yang efektif akan memastikan pesan yang kamu kirimkan diterima dengan pemahaman yang sama oleh audiens, tanpa distorsi atau kebingungan.

Apa Fungsi Marketing Communication?

Fungsinya sangat vital dalam keberlangsungan bisnis. Tanpa komunikasi yang terarah, brand kamu akan kehilangan suara di tengah keramaian pasar yang sangat berisik. Kamu harus membangun persepsi yang kuat di benak konsumen agar mereka selalu ingat brand-mu saat butuh sesuatu. Kamu wajib merancang pesan yang bisa menembus kebisingan informasi yang diterima konsumen setiap harinya.

Berikut adalah fungsi-fungsi utamanya:

  • Membangun kesadaran merek secara luas agar produkmu dikenal oleh target pasar yang tepat.
  • Membedakan produkmu dari kompetitor yang menawarkan barang atau jasa serupa.
  • Mendorong calon pelanggan untuk melakukan tindakan spesifik seperti pembelian atau pendaftaran.
  • Mempertahankan loyalitas pelanggan lama agar mereka terus kembali membeli produkmu.
  • Mengedukasi pasar tentang nilai tambah dan cara penggunaan produk secara efektif.

Apa saja Jenis-jenis Marketing Communication?

Ada banyak cara untuk menyampaikan pesan kepada audiens. Kamu tidak harus menggunakan semuanya sekaligus, tapi pilihlah yang paling relevan dengan target pasarmu dan anggaran yang tersedia. Memahami berbagai jenis-jenis marketing communication akan membantumu menyusun strategi yang lebih efektif dan efisien, sehingga uang yang kamu keluarkan tidak terbuang percuma.

Agar hasilnya lebih maksimal, kamu juga bisa mempelajari konsep Growth Marketing, yaitu pendekatan pemasaran berbasis eksperimen dan data yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan.

Berikut adalah beberapa jenis yang umum digunakan:

  1. Advertising (Periklanan) Ini adalah bentuk komunikasi berbayar dan bersifat non-personal. Kamu membayar ruang di media seperti TV, radio, koran, atau yang paling populer sekarang, iklan di media sosial (Facebook Ads, TikTok Ads) dan Google Ads. Tujuannya adalah menjangkau audiens dalam jumlah besar secara cepat. Iklan sangat efektif untuk membangun awareness di tahap awal peluncuran produk.
  2. Sales Promotion (Promosi Penjualan) Kamu menggunakan insentif jangka pendek untuk memancing pembelian instan. Contohnya adalah diskon, kupon, buy 1 get 1, atau flash sale di tanggal kembar. Strategi ini sangat ampuh untuk menghabiskan stok lama atau meningkatkan omzet dalam waktu singkat. Namun, kamu harus berhati-hati agar tidak membuat pelanggan ketergantungan pada harga diskon.
  3. Public Relations (Hubungan Masyarakat) Fokusnya membangun citra positif dan menjaga reputasi perusahaan. Ini bisa dilakukan melalui rilis pers ke media, mengadakan acara komunitas, atau melakukan kegiatan sosial (CSR). Berbeda dengan iklan yang “menjual”, PR lebih bersifat “bercerita” dan membangun kepercayaan publik tanpa terlihat sedang berjualan secara agresif.
  4. Direct Marketing (Pemasaran Langsung) Kamu menghubungi pelanggan secara personal tanpa perantara. Contohnya melalui email marketing, newsletter, pesan WhatsApp, atau telemarketing. Metode ini memungkinkan kamu untuk menyesuaikan pesan dengan profil spesifik pelanggan, sehingga terasa lebih intim dan personal.
  5. Personal Selling (Penjualan Personal) Ini melibatkan interaksi tatap muka atau langsung antara penjual dan pembeli. Kamu bisa melihat ini pada SPG di mall atau agen asuransi yang menjelaskan produk secara detail kepada klien. Metode ini sangat efektif untuk produk yang kompleks atau bernilai tinggi karena penjual bisa langsung menjawab keraguan calon pembeli.
  6. Interactive Marketing Penggunaan media digital yang memungkinkan komunikasi dua arah secara real-time. Contohnya adalah kuis di Instagram Story, live streaming belanja, atau aplikasi mobile. Di sini, audiens tidak hanya menonton, tapi juga ikut berpartisipasi dalam konten yang kamu buat.

Apakah UMKM juga Membutuhkan Markom?

Banyak pengusaha kecil berpikir strategi komunikasi yang rumit hanya mainan perusahaan raksasa dengan anggaran miliaran rupiah. Ini anggapan yang salah besar dan bisa menghambat pertumbuhan bisnismu.

Justru UMKM harus lebih cerdik dalam berkomunikasi karena sumber daya yang terbatas. Kalau kamu diam saja, bisnis kecilmu akan tenggelam ditelan pesaing yang lebih berisik. Kamu harus mulai membangun narasi brand-mu sendiri, sekecil apapun itu.

Mulai dari hal-hal sederhana namun konsisten. Pastikan nada bicara di media sosialmu ramah dan membantu. Gunakan visual yang rapi dan seragam. Respon setiap komentar dan keluhan dengan cepat dan solutif.

Bagi UMKM, komunikasi yang personal dan hangat sering kali menjadi nilai jual yang tidak bisa dimiliki oleh korporasi besar. Kamu punya keunggulan untuk lebih dekat dengan pelanggan, jadi manfaatkan itu sebaik mungkin.

Jangan lagi menganggap remeh aspek komunikasi dalam bisnismu, sekecil apapun skala usahanya saat ini. Produk yang hebat butuh penyampaian yang hebat pula agar bisa diterima dan dihargai oleh pasar.

Mulailah merancang strategi pesanmu sekarang juga, fokus pada apa yang audiens butuhkan, dan sampaikan solusimu dengan bahasa yang mereka mengerti. Dengan penerapan marketing communication yang tepat, kamu bisa memenangkan persaingan bisnis yang semakin ketat ini.

Mau jadi influencer yang nggak cuma eksis, tapi juga cuan? Yuk, gabung di App & Community by Seefluencer! Di sini, kamu bakal dapet strategi jitu, insight daging, dan kesempatan networking bareng kreator lainnya. 

FREE Training & Roadmap untuk meningkatkan omzet bisnis atau penghasilan kamu. Kamu akan dikirimkan roadmap & training khusus sesuai kebutuhan kamu (personalized). Langsung isi form nya hanya dalam 30 detik di seefluencer.com/bootcamp

Biar ilmunya makin komplit, kamu juga bisa beli Megacreator Book di sini!Jangan cuma baca aja, langsung follow Instagram, TikTok, dan YouTube biar nggak ketinggalan update dan tips buat jadi influencer!

Leave a reply

Previous Post

Next Post

Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...